Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Anggota DPR RI Dapil Sulut, Martin Daniel Tumbelaka Apresiasi Polri Sigap Tangkal CPMI Ilegal

Julius Laatung • Jumat, 9 Januari 2026 | 18:01 WIB

Martin Daniel Tumbelaka
Martin Daniel Tumbelaka

MANADOPOST.ID--Upaya Polda Sulawesi Utara dalam mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kembali menuai apresiasi di tingkat nasional. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Martin Daniel Tumbelaka, memuji langkah cepat Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie bersama jajaran, khususnya Satgas TPPO Polresta Manado, setelah menggagalkan keberangkatan tiga calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ilegal di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Selasa, 6 Januari 2026 belum lama ini.

Menurut MDT sapaan akrabnya, tindakan cepat tersebut penting mengingat masih banyak warga yang tergiur tawaran bekerja di luar negeri namun direkrut dengan cara non-prosedural.

“Saya mengapresiasi Kapolda Sulut dan jajaran, khususnya Satgas TPPO Polresta Manado, yang telah bertindak cepat mencegah keberangkatan terduga CPMI ilegal,” ungkap Martin di Jakarta, Jumat 9 Januari 2026.

Ia menegaskan, praktik perekrutan ilegal sangat rawan menjerumuskan warga pada jaringan perdagangan orang yang memanfaatkan kelengahan dan keadaan ekonomi masyarakat.

“Perekrutan CPMI secara non-prosedural sangat rawan mengarah pada tindak pidana perdagangan orang. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Tiga perempuan asal Minahasa berinisial MAP (24), YK (21), dan CS (20) diamankan petugas setelah ditemukan indikasi kuat bahwa mereka akan diberangkatkan ke Kamboja untuk bekerja di industri penipuan daring atau online scam. Penempatan seperti ini dikenal sangat rentan terhadap eksploitasi dan TPPO.

Dil lain tempat, Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono, menjelaskan bahwa pengamanan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam melindungi warga dari praktik perdagangan orang yang semakin sering memanfaatkan jalur keberangkatan udara.

“Dari hasil pendalaman awal, terdapat indikasi kuat bahwa mereka akan dipekerjakan pada aktivitas online scam yang rawan eksploitasi,” ujarnya.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses penempatan pekerja migran, sekaligus menunjukkan komitmen Polda Sulut dalam menjaga keamanan masyarakat.

Dengan pencegahan yang dilakukan, aparat kepolisian berhasil menyelamatkan tiga perempuan muda dari potensi eksploitasi di luar negeri—sebuah langkah yang diapresiasi berbagai kalangan. (yol)

Editor : Julius Laatung
#DPR RI #online scam #sulawesi utara #cpmi #fraksi gerindra #tppo #ilegal #Polda Sulut