MANADOPOST.ID—Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang terjadi di sejumlah daerah di Sulawesi Utara mendapat perhatian dari DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Anggota Komisi II DPRD Sulut Angelia Regina Wenas (ARW) meminta instansi teknis serta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk menuntaskan persoalan tersebut, terutama menjelang perayaan Idul Fitri.
Dirinya menilai kelangkaan LPG tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pasalnya, kebutuhan masyarakat terhadap LPG sebagai bahan bakar rumah tangga sangat tinggi, terlebih pada momen hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.
ARW menegaskan pemerintah harus memastikan distribusi LPG berjalan lancar sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan memasak.
“Kami meminta instansi teknis segera menuntaskan persoalan kelangkaan LPG yang terjadi di sejumlah daerah di Sulawesi Utara. Apalagi kita sudah mendekati perayaan Idul Fitri,” ujar legislator asal Bolmong Raya ini.
Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, Idul Fitri merupakan momen penting bagi umat Muslim. Pada masa tersebut, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat, termasuk kebutuhan LPG untuk memasak berbagai hidangan khas Lebaran.
Karena itu, ARW menilai pemerintah perlu mengambil langkah konkret agar distribusi LPG tetap stabil dan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan pasokan.
“Umat Muslim tentu membutuhkan LPG untuk kebutuhan rumah tangga, terutama dalam mempersiapkan hidangan saat Idul Fitri. Pemerintah harus memastikan pasokan tetap tersedia,” tambahnya.
ARW juga mengingatkan apabila kelangkaan LPG disebabkan oleh kebijakan dari pemerintah pusat, maka pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten dan kota harus segera mengambil langkah koordinasi agar dampaknya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, instansi teknis, serta pihak distributor LPG sangat penting untuk memastikan distribusi berjalan normal.
“Jika memang ada kebijakan dari pusat yang mempengaruhi distribusi, maka pemerintah daerah harus mengambil langkah-langkah konkret agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta pengawasan distribusi LPG di lapangan diperketat agar tidak terjadi penumpukan ataupun permainan harga oleh oknum tertentu yang dapat memperburuk kondisi di tengah masyarakat.
DPRD Sulut melalui Komisi II, lanjut ARW, akan terus memantau perkembangan situasi terkait kelangkaan LPG ini. Ia berharap pemerintah dapat segera menemukan solusi sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan tenang, terutama dalam menyambut hari raya.
“Yang paling penting adalah memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan LPG. Apalagi menjelang Idul Fitri, kebutuhan masyarakat pasti meningkat,” pungkasnya.
Kelangkaan LPG sendiri diketahui terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Utara dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus mencari LPG ke berbagai tempat, bahkan ada yang mengeluhkan harga yang lebih tinggi dari biasanya.(gel)
Editor : Angel Rumeen