Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Rutin Gelar Ibadah di Hari Senin, Begini Pesan Ketua DPRD Sulut

Angel Rumeen • Senin, 25 Mei 2026 | 20:50 WIB
Ibadah rutin DPRD Sulut yang dipimpin Pdt Djefry Saisab.
Ibadah rutin DPRD Sulut yang dipimpin Pdt Djefry Saisab.

 

MANADOPOST.ID—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara kembali menggelar ibadah rutin awal pekan yang diikuti pimpinan dan anggota legislatif, jajaran Sekretariat DPRD Sulut, hingga Forum Wartawan DPRD (Forward), Senin (25/5/2026).

 

Ibadah yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut tersebut dipimpin Pdt Djefry Saisab. Pendeta Djefry membawakan pesan tentang pentingnya hidup dalam persekutuan, disiplin rohani, serta pimpinan Roh Kudus dalam menjalankan tugas pelayanan dan pekerjaan sehari-hari.

 

Dalam khotbahnya, Pendeta Djefry menegaskan Hari Pentakosta bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum untuk mengingat kembali lahirnya gereja dan turunnya Roh Kudus kepada orang percaya. Menurutnya, semangat itu harus tercermin dalam kehidupan para pelayan publik, termasuk anggota dewan dan pegawai pemerintahan.

 

Dengan gaya penyampaian yang santai namun menyentuh, ia sempat menyinggung soal kedisiplinan sebagian pegawai dalam mengikuti ibadah rutin.

 

“Kalau di bumi ini malas bersekutu, jangan harap mau ke surga. Termasuk itu pegawai, cuma absen setelah itu keluar. Orang begitu tidak boleh masuk surga,” ujar Pendeta Djefry yang langsung disambut senyum dan tawa kecil para jemaat yang hadir.

 

Meski disampaikan dengan nada bercanda, pesan tersebut mengandung makna mendalam tentang pentingnya kesungguhan dalam beribadah dan membangun hubungan spiritual dengan Tuhan. Ia juga mengutip ajaran dalam Kitab Wahyu yang menyebutkan bahwa orang yang setia bersekutu dan memuliakan Tuhan akan dikenal dan memperoleh keselamatan.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Sulut Fransiskus Silangen dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas firman Tuhan yang disampaikan dalam ibadah tersebut. Ia menilai pesan yang dibawakan sangat relevan dengan tantangan kehidupan saat ini, khususnya bagi para pejabat publik yang setiap hari diperhadapkan dengan berbagai persoalan dan godaan.

 

Menurut Fransiskus, manusia tidak akan mampu menjalani kehidupan di dunia yang penuh dosa tanpa tuntunan Roh Kudus dan kebenaran firman Tuhan.

 

“Roh Kudus ini kita butuhkan cuma pada waktu kita di dunia. Kita tidak mampu berjalan di dunia yang sudah jatuh dalam dosa ini tanpa pimpinan Roh Kudus dan kebenaran firman,” katanya.

 

Politikus PDI Perjuangan itu juga menjelaskan makna historis Hari Pentakosta yang diperingati 50 hari setelah Paskah sebagai bagian dari penggenapan janji Tuhan sejak Perjanjian Lama.

 

Silangen menambahkan, ibadah rutin setiap hari Senin di lingkungan DPRD Sulut bukan hanya agenda formal semata, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter dan pengudusan diri.

 

“Kenapa kita harus ibadah tiap hari Senin? Supaya tiap hari kita bisa diperbaiki. Kita tidak kebal akan kesalahan. Boleh jatuh, tapi tidak akan diam terus di dalam dosa karena Roh Kudus akan mengingatkan kita untuk berbalik dan bertobat,” jelasnya.

 

Di akhir sambutannya, ia mengingatkan seluruh jajaran DPRD Sulut dan Sekretariat agar tetap menjaga integritas, hidup dalam tuntunan Tuhan, dan tidak terlena dengan jabatan maupun kekuasaan.(gel)

Editor : Angel Rumeen
#DPRD Sulut