MANADOPOST.ID—Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Utara Rhesa Waworuntu, memberikan apresiasi kepada Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Pengprov Sulut yang sukses menggelar ajang Sulut Open Padel Tournament.
Turnamen bergengsi tersebut dinilai bukan hanya menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga padel di Sulawesi Utara, tetapi juga membuka peluang besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Menurut Rhesa, olahraga padel yang kini sedang berkembang pesat dan digemari berbagai kalangan masyarakat memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daya tarik wisata olahraga atau sport tourism di Sulawesi Utara.
Ia menilai penyelenggaraan turnamen yang menghadirkan peserta dari luar daerah bahkan luar negeri menunjukkan Sulawesi Utara mulai diperhitungkan sebagai salah satu destinasi olahraga padel di Indonesia.
“Contohnya pada turnamen yang baru dilaksanakan PBPI Sulut. Ada pemain luar Sulut menjadi peserta. Bahkan ada pemain dari Argentina. Olahraga padel kini lagi disukai masyarakat Sulut. Ini harus dimanfaatkan dengan baik,” ujar Rhesa.
Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, tren olahraga padel yang sedang booming dapat menjadi peluang strategis bagi pemerintah daerah untuk mendatangkan wisatawan sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Menurutnya, setiap event olahraga yang menghadirkan peserta dari luar daerah akan memberikan efek berantai terhadap sektor lain seperti perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha kecil dan menengah.
Karena itu, ia mendorong agar turnamen padel di Sulawesi Utara dapat digelar lebih banyak dan lebih rutin. Dengan semakin banyaknya kompetisi, maka peluang promosi daerah sebagai destinasi olahraga dan wisata juga akan semakin terbuka luas.
Selain mendorong penyelenggaraan event, Rhesa juga menekankan pentingnya pembenahan fasilitas olahraga melalui kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta. Ia memahami saat ini pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran, namun menurutnya inovasi tetap harus dilakukan agar olahraga padel dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Dari turnamen-turnamen padel yang digelar di Sulut dapat dilihat kita punya sumber daya potensial yang bisa bersaing di luar daerah. Kami mendorong instansi terkait melihat hal ini,” tandasnya.
Rhesa menilai Sulawesi Utara memiliki banyak atlet muda potensial yang bisa berkembang lebih jauh jika mendapatkan dukungan fasilitas, pembinaan, dan kompetisi yang memadai. Ia berharap olahraga padel tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi mampu berkembang menjadi cabang olahraga unggulan baru di daerah.
Perkembangan olahraga padel sendiri belakangan memang cukup pesat di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara. Olahraga yang menggabungkan unsur tenis dan squash tersebut kini mulai digemari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga profesional.
Editor : Angel Rumeen