MANADOPOST.ID—Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) dari daerah pemilihan (Dapil) Manado, Amir Liputo meneruskan sejumlah aspirasi masyarakat yang diterima saat pelaksanaan reses ke dalam rapat paripurna DPRD Sulut, Rabu (2/9).
Berbagai persoalan yang disampaikan warga menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat Kota Manado, mulai dari kemacetan, kondisi jalan provinsi, pembangunan Ring Road 3, persoalan tempat pembuangan akhir (TPA), hingga pembenahan sejumlah sungai yang dinilai penting untuk mengantisipasi persoalan ketika musim hujan tiba.
Salah satu aspirasi yang mendapat perhatian adalah persoalan kemacetan di wilayah selatan Kota Manado. Menurut Amir, masyarakat mengeluhkan kondisi lalu lintas yang setiap hari semakin sulit diurai. Karena itu, warga berharap pembangunan jalan lingkar Ring Road 3 dapat segera digenjot sehingga mampu menjadi salah satu alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan.
“Setiap hari terjadi kemacetan luar biasa. Masyarakat berharap penyelesaian kemacetan di bagian selatan ini bisa diuraikan,” ujar Amir saat menyampaikan aspirasi masyarakat.
Ia menjelaskan, persoalan kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut menjadi semakin penting karena terdapat sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan. Di antaranya Rumah Sakit ODSK dan RSUP Kandou. Kepadatan lalu lintas yang tidak segera ditangani dikhawatirkan dapat menghambat mobilitas masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas kesehatan dalam kondisi darurat.
Karena itu, percepatan pembangunan Ring Road 3 dinilai bukan sekadar berkaitan dengan kenyamanan pengguna jalan. Infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kelancaran aktivitas masyarakat dan akses menuju fasilitas publik.
Selain kemacetan, masyarakat Manado juga menyampaikan perhatian terhadap kondisi sejumlah jalan provinsi yang mulai mengalami kerusakan. Amir mengatakan, perbaikan infrastruktur jalan perlu menjadi perhatian karena Manado merupakan ibu kota Provinsi Sulut sekaligus salah satu pintu masuk bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Menurut dia, kondisi jalan di ibu kota provinsi ikut mencerminkan wajah Sulawesi Utara di mata masyarakat maupun pendatang. “Manado ini ibu kota provinsi, menjadi show window atau pintu masuk bagi seluruh pendatang di Sulut. Karena itu, jalan-jalan provinsi yang mulai rusak perlu mendapat perhatian dan segera diperbaiki,” katanya.
Di sektor pengelolaan sampah, Amir menyampaikan perkembangan terkait TPA Ilo-Ilo yang diharapkan dapat segera difungsikan. Ia menyambut baik progres pembangunan fasilitas tersebut karena keberadaan TPA yang memadai dibutuhkan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah di wilayah perkotaan.
Di sisi lain, masyarakat di wilayah utara Manado masih menghadapi persoalan TPA Sumompo. Kondisi TPA tersebut dinilai sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan dan standar yang diharapkan masyarakat. Bahkan, persoalan tersebut telah memicu keberatan warga sekitar karena dinilai mengganggu lingkungan dan kesehatan.
Aspirasi lain yang turut dibawa berkaitan dengan kondisi sungai di Kota Manado. Masyarakat meminta pekerjaan normalisasi atau perbaikan sejumlah sungai dapat segera dituntaskan. Beberapa sungai yang menjadi perhatian antara lain Sungai Sario, Tikala, Mahawu dan Bailang.
Amir menilai persoalan sungai perlu ditangani sebelum memasuki periode musim hujan. Meski kondisi cuaca saat ini cenderung panas, masyarakat mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu sampai hujan turun dan persoalan banjir kembali terjadi.
“Sekarang memang musim panas, tetapi ke depan akan memasuki musim hujan. Karena itu, pekerjaan perbaikan sungai yang sampai sekarang belum selesai diharapkan segera dituntaskan,” ungkapnya.(gel)
Editor : Angel Rumeen