Jalan Menuju KEK Likupang Terancam Putus, Henry Walukow Minta Percepat Perbaikan Infrastruktur

Angel Rumeen • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 14:48 WIB
Henry Walukow
Henry Walukow

 

ManadoPost.id – Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Henry Walukow meminta perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulut terhadap kondisi infrastruktur jalan dan sarana prasarana yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan (dapil) Minahasa Utara (Minut)-Bitung.

Aspirasi tersebut disampaikan Henry di hadapan Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam rapat paripurna DPRD Sulut, Rabu (2/9), saat menyampaikan hasil kegiatan reses di wilayah dapil Minut-Bitung.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kerusakan sejumlah jalan provinsi yang dinilai membutuhkan penanganan segera. Henry secara khusus menyoroti ruas jalan yang mengarah ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang di wilayah Desa Kaweruan, Kecamatan Likupang Selatan, Minahasa Utara.

 

Menurut Henry, kondisi jalan tersebut cukup mengkhawatirkan karena sekitar sepertiga badan jalan mengalami kerusakan dan nyaris ambruk. Kondisi itu dinilai berpotensi semakin parah, terlebih ketika memasuki musim penghujan.

 

“Jalan yang menuju kawasan ekonomi khusus Likupang, yang ada di Desa Kaweruan, Kecamatan Likupang Selatan, sekitar sepertiga badan jalannya hampir ambruk dan berpotensi longsor,” ujar Henry dalam penyampaian hasil reses.

 

Ia mengingatkan, apabila kerusakan tersebut tidak segera ditangani, terdapat risiko badan jalan terputus ketika curah hujan meningkat. Kondisi itu bukan hanya menyangkut keselamatan pengguna jalan, tetapi juga dapat mengganggu mobilitas masyarakat dan akses menuju kawasan yang memiliki nilai strategis bagi aktivitas ekonomi daerah.

 

Karena itu, Hendry berharap Pemprov Sulut memberikan perhatian terhadap ruas jalan tersebut sebelum kerusakan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

 

Selain akses menuju KEK Likupang, aspirasi masyarakat yang diterima Hendry selama reses juga berkaitan dengan kebutuhan jalan produksi pertanian dan drainase.

 

Menurutnya, infrastruktur tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan perekonomian dari sektor pertanian. Jalan yang memadai dibutuhkan agar hasil pertanian dapat diangkut dengan lebih mudah, sementara drainase diperlukan untuk membantu mengendalikan aliran air dan mengurangi risiko kerusakan jalan maupun lingkungan saat hujan.

 

Di sisi lain, Henry juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas sejumlah ruas jalan yang telah mendapatkan perhatian dan sedang dalam proses perbaikan.

 

Ia menyebut beberapa lokasi yang kini telah ditangani, di antaranya Jalan Soekarno, ruas jalan di Desa Pinili, serta Desa Mapanget. Perbaikan tersebut, menurut dia, menunjukkan adanya respons pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur yang disampaikan masyarakat.

 

“Kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sulut karena perhatian pemerintah sudah dan sementara diperbaiki, seperti Jalan Soekarno, Desa Pinili, dan Desa Mapanget juga sementara diperbaiki,” kata Henry.

 

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi harapan agar pola penanganan yang sama dapat diterapkan pada ruas jalan lain yang kondisinya masih membutuhkan perbaikan.

 

Henry menegaskan, aspirasi yang disampaikan dalam rapat paripurna merupakan bagian dari hasil penjaringan kebutuhan masyarakat selama masa reses. Karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya memberikan perhatian pada ruas jalan yang telah masuk tahap perbaikan, tetapi juga melakukan pemetaan terhadap infrastruktur lain yang mengalami kerusakan.

 

Terutama, ruas jalan di Desa Kaweruan yang mengarah ke KEK Likupang perlu mendapat perhatian karena kerusakannya telah menyentuh aspek keselamatan dan keberlanjutan akses transportasi.

 

“Semoga jalan-jalan yang belum diperbaiki mendapat perhatian yang sama,” tuturnya.(gel)

Editor : Angel Rumeen
KEK Likupang DPRD Sulut