MANADOPOST.ID—Kenaikan harga rica di Sulawesi Utara (Sulut) menjadi perhatian dalam rapat paripurna DPRD Sulut. Dalam rapat tersebut, anggota DPRD Sulut Amir Liputo menyampaikan interupsi dan meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) memperhatikan tingginya harga rica yang dirasakan masyarakat.
Dalam interupsinya, Amir Liputo menyoroti harga rica di pasaran yang disebut telah menyentuh angka Rp200.000 per kilogram. “Kondisi ini cukup membebani masyarakat, mengingat rica merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak digunakan dalam kebutuhan sehari-hari masyarakat Sulawesi Utara,” kata Liputo.
Sorotan tersebut kemudian mendapat tanggapan langsung dari Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Andi Silangen SpB KBD.
Silangen menjelaskan Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus telah mengambil langkah untuk menekan harga rica melalui pengadaan pasokan dari luar daerah.
"Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan gubernur sudah menerbangkan rica dari Jawa Timur, yang bisa membuat harga rica di Sulut turun. Pasalnya, harga rica dari Jawa Timur itu hanya Rp57 ribu per kilogram," kata Silangen.
Langkah tersebut dilakukan melalui distribusi rica varietas Patalan dari Probolinggo, Jawa Timur, ke Manado. Sebanyak 2,4 ton rica disiapkan untuk didatangkan melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).
Intervensi ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan harga rica di tingkat konsumen. Pasokan dari daerah sentra produksi diharapkan dapat memberikan alternatif suplai ketika harga rica di Sulawesi Utara mengalami kenaikan signifikan.
Pengiriman dilakukan menggunakan transportasi udara dengan rute Probolinggo menuju Bandara Juanda. Dari Jawa Timur, komoditas tersebut diteruskan melalui Bandara Makassar sebelum akhirnya tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado.
Komoditas tersebut ditargetkan sudah berada di Manado pada Senin malam sehingga dapat segera diterima dan disalurkan kepada pedagang menjelang pembukaan operasional pasar pada Selasa, 15 September 2026.
Biaya distribusi dalam kegiatan tersebut difasilitasi melalui mekanisme reimburse Fasilitasi Distribusi Pangan Bank Indonesia. Skema tersebut menjadi bagian dari sinergi Pemprov Sulut dan Bank Indonesia dalam menjaga kelancaran rantai pasok komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi.
Setelah tiba di Manado, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulut akan mengoordinasikan penerimaan rica di Pasar Bersehati. Dari lokasi tersebut, pasokan kemudian diarahkan ke tiga wilayah sasaran awal, yakni Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Rica sebanyak 2,4 ton tersebut akan disalurkan kepada pedagang utama pasar SP2KP di masing-masing wilayah. Pemerintah juga menetapkan batas harga penjualan kepada konsumen untuk memastikan intervensi pasokan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
Harga penjualan rica kepada konsumen ditetapkan maksimal Rp57.000 per kilogram sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP). Harga tersebut telah memperhitungkan margin yang diperoleh distributor maupun pengecer.
Dengan adanya pasokan dari Probolinggo, pemerintah berharap terjadi penambahan suplai di pasar yang pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap harga rica yang sebelumnya dilaporkan mencapai Rp200.000 per kilogram.
Pengaturan harga juga menjadi bagian penting dalam intervensi tersebut. Sebab, tambahan pasokan dari luar daerah tidak akan maksimal dampaknya apabila harga kembali meningkat pada tingkat distributor maupun pengecer.
Untuk mencegah terjadinya penyimpangan, pengecer yang akan menjual rica hasil fasilitasi terlebih dahulu akan didata. Pemerintah ingin memastikan komoditas yang didatangkan benar-benar masuk ke jalur distribusi yang telah ditentukan dan tidak dijual melebihi ketentuan harga.
Pengawasan melibatkan Satgas Pangan, TPID, serta Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Tim tersebut akan memantau proses distribusi hingga tahap penjualan kepada konsumen.
Pengawalan bahkan dilakukan sejak proses pengiriman dari Manado menuju daerah sasaran. Pada Selasa dini hari, distribusi rica menuju Minahasa Utara dan Minahasa Selatan akan dikawal Dinas Ketahanan Pangan bersama Satgas Pangan agar komoditas tiba di titik pembagian sesuai rencana.
Selanjutnya, sekitar pukul 06.30 WITA, rica mulai disalurkan kepada pedagang di Manado, Minut dan Minsel.(gel)
Editor : Angel Rumeen