MANADOPOST.ID--Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) genap berusia 62 tahun pada Rabu (23/9/2026). Momentum hari jadi daerah ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali berbagai capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen terhadap sejumlah pekerjaan rumah yang masih dihadapi masyarakat.
Anggota DPRD Sulut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa-Tomohon, Rhesa Waworuntu menyampaikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mendorong pembangunan daerah.
Menurut Rhesa, pertumbuhan ekonomi Sulut yang pada Triwulan II 2026 mencapai 5,42 persen merupakan salah satu capaian yang patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut diharapkan dapat terus dikonversi menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Di usia ke-62 tahun ini, tentu kita memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah. Tetapi momentum ulang tahun juga harus menjadi waktu untuk melakukan evaluasi dan melihat apa yang masih menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar politikus muda PDI Perjuangan ini.
Ia mengatakan, salah satu hal yang perlu terus mendapat perhatian adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi tentu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana masyarakat merasakan dampaknya secara langsung. Lapangan pekerjaan harus semakin terbuka, khususnya bagi generasi muda,” katanya.
Sebagai legislator dari Dapil Minahasa-Tomohon, Rhesa juga mendorong agar pembangunan infrastruktur dan konektivitas terus diperkuat.
Menurutnya, Minahasa dan Tomohon memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif serta kebudayaan. Potensi tersebut perlu ditopang infrastruktur yang memadai sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Minahasa dan Tomohon memiliki banyak potensi. Karena itu konektivitas, infrastruktur dasar, akses jalan dan berbagai fasilitas penunjang harus terus diperhatikan. Jangan sampai potensi yang kita miliki tidak maksimal karena persoalan infrastruktur,” ujarnya.
Rhesa mengapresiasi perhatian Pemprov Sulut terhadap sektor kebudayaan. Tahun ini, Pemprov menggelar Rona Budaya Sulut dengan tema 'Merayakan Warisan Budaya, Merawat Keberagaman, Menguatkan Identitas', termasuk mengangkat kebudayaan Minahasa Raya. Menurut Rhesa, kebudayaan tidak sekadar menjadi bagian dari kegiatan seremonial, tetapi dapat dikembangkan sebagai kekuatan pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Budaya adalah identitas kita. Kami mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pelestarian budaya Minahasa Raya. Ke depan, kita berharap budaya juga semakin terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Peringatan HUT ke-62 Sulut sendiri didahului Rapat Paripurna DPRD Sulut pada Selasa (22/9/2026), sebelum puncak peringatan pada Rabu (23/9/2026).(gel)