MANADOPOST.ID—Kepentingan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap program yang dijalankan pemerintah. Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Stella Runtuwene, saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Sulut bersama sejumlah SKPD mitra kerja, Senin (2/11/2026).
Dalam rapat tersebut, legislator Partai NasDem ini mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran, tetapi juga memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Koordinator Komisi IV ini, pemerintah memiliki tanggung jawab utama untuk melayani masyarakat. Karena itu, kebijakan dan kegiatan yang dirancang oleh setiap SKPD harus memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan serta kondisi masyarakat di lapangan.
Ia menekankan, program pemerintah seharusnya tidak berhenti pada kegiatan administratif atau rutinitas organisasi. Lebih penting dari itu, setiap kegiatan harus mampu menghadirkan perubahan positif, membuka peluang, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
Stella mendorong SKPD mitra kerja Komisi IV DPRD Sulut untuk memperbanyak kegiatan pemberdayaan masyarakat. “Ini penting karena sektor-sektor yang menjadi lingkup kerja Komisi IV memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Selain menyoroti program pemberdayaan masyarakat, Stella turut memberikan perhatian terhadap perkembangan sektor pariwisata Sulawesi Utara.
Dalam RDP tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara atas capaian peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah ini berdasarkan data yang dipaparkan.
“Peningkatan tersebut menjadi perkembangan positif bagi sektor pariwisata Sulut. Bertambahnya wisatawan asing menunjukkan adanya peluang bagi daerah untuk semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan wisata yang menarik di Indonesia,” ujarnya.
Namun, Stella mengingatkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan harus diikuti dengan perbaikan kualitas pelayanan di berbagai destinasi wisata.
“Kenyamanan wisatawan tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam maupun daya tarik objek wisata. Ketersediaan fasilitas umum yang memadai juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman berwisata yang baik,” sebut Stella.
Salah satu fasilitas yang secara khusus mendapat perhatian Stella adalah toilet umum di lokasi-lokasi wisata.
Ia mengingatkan agar fasilitas tersebut memenuhi standar kelayakan, kebersihan, dan kenyamanan bagi pengunjung. Toilet merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan dalam pengelolaan destinasi wisata, terlebih ketika jumlah wisatawan yang datang terus meningkat.
Kondisi fasilitas umum yang baik akan memberikan kesan positif kepada wisatawan. Sebaliknya, sarana pendukung yang tidak terawat berpotensi mengurangi kenyamanan pengunjung dan memengaruhi citra destinasi wisata di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
Karena itu, peningkatan kunjungan wisatawan perlu berjalan beriringan dengan pembenahan infrastruktur pendukung serta kualitas pelayanan di lapangan.(gel)
Editor : Angel Rumeen