Steven KandouwMANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) memastikan terus mengawal secara ketat, wilayah perbatasan. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Minggu (7/2) kemarin. Kandouw mengatakan, sesuai ketentuan, saat ini transportasi masih dibatasi dan belum dibuka secara bebas. "Sedangkan transportasi antar provinsi itu masih dibatasi. Dan tentu kita periksa ketat semua yang masuk Sulut. Apalagi wilayah perbatasan antar negara. Kita terus membangun komunikasi dengan Forkopimda untuk menjaga stabilitas keamanan dan kesehatan daerah. Yang pasti kita tetap kawal. Perbatasan darat, kita pakai sistem buka tutup. Dan dari perbatasan laut, pihak TNI/Polri selalu melakukan penjagaan," jelasnya. Kandouw mengatakan, jika penanganan Covid-19 dilakukan secara intensif dan terkoordinasi. Semua kabupaten/kota disampaikan Kandouw bergerak sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) 8/2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran (OPP) Covid-19. "Kabupaten/kota juga ketat dalam menjaga wilayah perbatasan mereka. Perpindahan orang melalui transportasi darat mendapatkan pengawasan dan pemeriksaan ketat. Pemprov dan 15 daerah itu, sedang fokus dalam menangani Covid-19," tuturnya. Kepala Dinas Perhubungan Daerah Sulut Lynda Watania, penerbangan sudah dibuka dengan berbagai ketentuan standar protokol kesehatan. "Jadi sesuai Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Covid-19 pusat, ada persyaratan khusus yang sangat ketat hanya untuk penanganan penyebaran Covid-19 di sektor penerbangan. Walaupun sudah dibuka namun tidak bebas. Ada protokol-protokol yang harus ditaati semua penumpang," kuncinya. (ewa/gel) Editor : Clavel Lukas