Baladewa Setlight• Jumat, 11 Juni 2021 | 14:10 WIB
Royke MewohMANADOPOST.ID - Inovasi dalam menunjang pemanfaatan Dana Desa (Dandes) menjadi isu strategis saat ini. Penekanan inovasi desa terdapat pada dua aspek yakni pengelolaan pengetahuan, dan penyediaan peningkatan kapasitas teknis desa. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulawesi Utara (Sulut) Roy Mewoh, belum lama ini. "Jadi selama ini pemanfaatan Dandes masih cenderung monoton. Sehingga program inovasi desa menjadi hal yang solutif. Jadi saat ini pentingnya dilakukan sinkronisasi inovasi desa. Karena menjadi hal yang prioritas dalam pembangunan. Mulai tingkat nasional, provinsi, sampai ke desa. Jadi kita ingatkan penggunaan Dandes, harus bisa tepat sasaran dengan inovasi yang baik," tuturnya. Salah satu inovasi dari penggunaan Dandes menurut Mewoh, adalah pembangunan kepariwisataan dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Sehingga perlu digali potensi pariwisata di desa untuk mewujudkan desa wisata yang mampu menjadi daya tarik bagi para turis dan pengunjung setelah Covid-19 usai. Karena menurut Mewoh, pengembangan desa wisata, merupakan suatu badan usaha yang peruntukannya sesuai dengan regulasi. "Desa wisata ini kan dimaksudkan untuk masyarakat setempat. Agar ada lagi pendapatan yang sifatnya berkelanjutan. Tidak ada yang rugi dalam pemanfaatan Dandes untuk diinovasikan menjadi desa wisata. Itu sesuai regulasi dan tepat sasaran. Karena tujuan akhir inovasi dan pemanfaatan Dandes di Sulut adalah untuk penanggulangan kemiskinan dan hal ini selaras dengan program operasi daerah selesaikan kemiskinan," tandasnya. (Balladewa Setlight) Editor : Baladewa Setlight