Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Karya Ilmiah Dosen FPIK Unsrat Juara 1 Lomba Inovasi dan Teknologi

Tanya Rompas • Rabu, 8 Desember 2021 | 19:17 WIB
Photo
Photo
MANADOPOST.ID— Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat terus menunjukan eksistensinya di dunia pendidikan. Terbukti karya ilmiah dari tim dosen FPIK Unsrat tentang 'Lampu Dalam Air Pemikat Ikan Berbasis Internet' mendapat juara I lomba inovasi dan teknologi tingkat Provinsi Sulut. Dekan FPIK Unsrat Prof Ir Farnis Boneka MSc mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan mendorong civitas dekat dengan masyarakat dan selalu berdialog agar memahami masalah nelayan dan pembudidaya perikanan sehingga dengan mengetahui persoalan maka dicari solusi atau melakukan inovasi perbaikan metode-metode produksi atau pasca panen yang lama dan kurang efisien utk perbaikan-perbaikan. Dengan adanya  inovasi dan kreativitas kampus kiranya melahirkan teknologi tepat guna, contohnya hasil rakitan dosen Prof Patty. "Inovasi seperti ini merupakan bentuk aktualisasi kehadiran kaum akademisi di masyarakat. Memang mengasyikan bergelu dengan masalah-masalah sains tetapi lebih membahagiakan bila ikut memecahkan masalah real di masyarakat. Semoga kedepan semakin banyak akademisi lahirkan inovasi-inovasi baru untuk wujudkan kemandirian dan sustain usaha masyarakat," harapnya. Sebelumnya, Prof Wilhelmina Patty, mengatakan upaya untuk meningkatkan produktifitas sumberdaya perikanan adalah peningkatan kapasitas teknologi seperti strategis untuk memikat ikan datang ke fishing ground yakni penggunaan cahaya. Terbukti cahaya dalam air lebih baik, ekonomis, lebih efisien dari pada lampu di permukaan. Pihaknya bersama tim sudah mengembangkan teknologi lampu LED dalam air dengan sumber tenaga surya sejak tahun 2019, namun keterbatasan konstruksi lampu tersebut  belum dapat dioperasikan secara online dan pengguan warna cahaya juga masih secara manual. Sehingga tahun 2020 dan 2021 terus direkayasa teknologi lampu dalam air pemikat ikan berbasis Internet of Things (FALBIO Fish Atractor Lamp Based Internet of Things). Teknologi FALBIO ini menggunakan Lampu LED RGB yang kedap air, dengan tiga warna cahaya, yakni merah, hijau dan biru. Warna cahaya dapat diatur secara otomatis dari smartphone. Intensitas lampu 18 watt dan dirakit dalam tumbler dengan sumber energi terbarukan (panel surya), sistim dikontrol dengan chip mikrokontroler Arduino Uno 3, dengan modul Wifi ESP8266, modem GSM yang akan menghubungkan ke internet dan aplikasi Blynk yang ada pada SmartPhone untuk monitoring. Keunggulan teknologi FALBIO, adalah lebih terang ( Intensitas 18 Watt) dan tahan lama, menggunakan Lampu  LED RGB (Red, Green, Blue) yang kedap air yang dapat diprogram/diatur 3 warna, Pengoperasian alat (switch on/off dan pergantian warna cahaya) diatur secara otomatis dari smartphone. "Proses mengumpulkan ikan di fishing ground diatur secara otomatis dan disitu tidak tergantung jarak dan waktu, sehingga proses penangkapan ikan lebih efisien waktu dan ekonomis. Hasil Penelitian di Teluk Manado bersama Kelompok Nelayan Malos 3 Malalayang, didapati ketertarikan gerombolan ikan berkumpul di sekitar lampu kurang dari lima menit, terdiri dari ikan ekonomis penting, ikan Selar, Kuwe, Tongkol, Layang, Tuna, Kekek jawa, dan Cumi-cumi," ungkap Prof Patty. Pihaknya juga telah mewawancarai nelayan, para nelayan pun mengakui dengan adanya teknologi ini jumlah hasil tangkapan relatif lebih banyak (2-3 kali). "Kontribusi inovasi ini adalah nelayan lebih menghemat waktu dalam mengumpulkan ikan di lokasi penangkapan dan lebih menghemat biaya operasi penangkapan. Kontribusi ekonomis yang diperoleh adalah jumlah hasil tangkapan meningkat, sekaligus pendapatan nelayan juga meningkat," tukasnya. (lina) Editor : Tanya Rompas
#Karya Ilmiah #FPIK Unsrat