Sulut Segera Masuk Musim Kemarau, Petani Diimbau Persiapkan Pasokan Air dari Sekarang
Tanya Rompas• Senin, 4 April 2022 | 06:39 WIB
Maximiliaan Jonas LombanMANADOPOST.ID— Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan prediksi perubahan musim yang tak lama lagi akan terjadi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Tak lama lagi, Provinsi Sulut bakal beralih dari musim penghujan ke musim kemarau. Hal ini dibenarkan Prakirawan/Forecaster Cuaca di Stasun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Yogi Muhammad Andariwan. "Sesuai prakiraan kita dan data untuk Provinsi Sulut sudah akan memasuki musim kemarau. Tapi memang dengan situasi sekarang, yang masih terjadi hujan, kita prediksi musim kemarau akan sedikit mundur. Tapi tidak lama lagi akan musim kemarau. Tentu dengan adanya imbauan ini, masyarakat yang tinggal di wilayah susah air, lebih baik untuk saat ini memanfaatkan musim penghujan untuk menampung stok air. Karena musim penghujan tak lama lagi selesai," katanya. Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw juga ikut menanggapi akan bergantinya musim penghujan ke musim kemarau. Menurut Kandouw, masyarakat di wilayah pertanian, harus lebih ekstra kerja keras dalam menyikapi perubahan musim ini. "Saat ini tentu harus bisa menyikapi untuk menyiapkan pasokan air untuk wilayah pertanian. Apalagi stok air sekarang masih melimpah akibat musim penghujan, itu dimanfaatkan. Buat tampungan-tampungan air di sekitar wilayah pertanian agar ketika sudah musim kemarau, tetap ada stok air," ungkapnya. Wagub pun mengingatkan 15 kepala daerah agar segera menyiapkan strategi guna menghadapi musim kemarau. "Setiap musim ada tantangan. Di musim penghujan, terjadi luapan bahkan banjir dan tanah longsor. Nah sekarang situasi jadi berbeda. Kita akan segera menghadapi musim kemarau. Tentu harus ada strategi yang disiapkan guna menghadapi musim kemarau. Mulai dari mengamankan stok air di daerah yang susah air. Juga kemudian mengantisipasi kekeringan khususnya di lumbung-lumbung pangan wilayah pertanian. Agar supaya tidak ada dampak luas yang terjadi dari musim kemarau ini," kuncinya. (ewa/gel) Editor : Tanya Rompas