Kasubbag Umum LPMP Sulut Febry Dien saat memberikan keterangan kepada awak media.MANADOPOST.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) saat ini terus memberikan fokus utama terhadap penanganan stunting di 15 kabupaten/kota. Bahkan persoalan stunting menjadi bagian penting untuk diatasi dengan menggunakan pola dan strategi yang disusun dalam bentuk roadmap oleh lembaga terkait. Ini dilakukan untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan ditopang lingkungan yang sehat. Hal ini disampaikan langsung Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, saat membuka Rapat kerja daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana di Provinsi Sulut tahun 2022. "Roadmap kita harus jelas, mari pastikan stunting teratasi. Tentu pentingnya asupan gizi, sejak masa kandungan. Keluarga merupakan wadah pendidikan awal, sehingga kualitas keluarga pun patutlah dijaga dan dirawat. Mulai dari memastikan tersedianya asupan gizi yang cukup sedini mungkin, dan memastikan pengembangan potensi diri sampai terwujudnya keluarga yang berkualitas," katanya. Wagub Kandouw juga menerangkan bahwa, program bangga kencana yang artinya pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana, merupakan program unggulan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). "Program bangga kencana merupakan upaya mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat, melalui berbagai kelompok kegiatan di masyarakat. Saat ini Pemprov Sulut bersama BKKBN akan terus memberikan fokus utama terhadap masalah penanganan Stunting. Karena memang masalah ini masih perlu mendapatkan perhatian serius," ujarnya. Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Diano Tino Tandayu dalam laporan mengatakan, Rakerda tahun 2022 bertujuan meningkatkan upaya dan strategi dalam rangka percepatan implementasi program Bangga Kencana, dan penurunan stunting melalui lintas sektor di masa pandemi Covid-19. "BKKBN bersyukur karena pemerintah daerah, para kepala OPD KB, maupun mitra kerja memberi komitmen yang tinggi untuk mendukung pelaksanaan program bangga kencana di Provinsi Sulut," tutupnya. (ewa/gel) Editor : Tanya Rompas