Pertama, rombongan Kementan ke Kotamobagu dan diterima Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara, di Aula Rumah Dinas.
"Saya atas nama pribadi dan pemerintah daerah, bahkan atas nama masyarakat Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya, menyampaikan ucapan selamat datang. Dalam bahasa adat kami, Dega Niondon Komintan, dan ucapan terima kasih kepada Bapak Irjen Kementerian Pertanian, yang telah berkenan melaksanakan kunjungan kerja di daerah ini,” ujar Tatong, Rabu (28/06/23).
Wali Kota juga memberikan gambaran umum tentang Kota Kotamobagu, yang terdiri dari 4 Kecamatan dan 33 Desa/Kelurahan, dengan sebagian besar penduduknya merupakan petani.
"Oleh karena itu, dialog jaga pangan yang dilaksanakan ini, tentunya menjadi sangat penting, khususnya memajukan pertanian dan ketahanan pangan di daerah ini,” jelasnya.
Selama acara tersebut, Maringka menyerahkan sejumlah bantuan kepada Pemerintah Daerah se-Bolaang Mongondow Raya. Bantuan yang diberikan mencakup bibit kelapa, benih jagung, pupuk, dan bantuan dua ekor sapi kurban untuk Kota Kotamobagu.
Terkait hal ini, Maringka menegaskan kelompok tani dan petani, adalah garda terdepan menjaga isi perut 280 juta rakyat Indonesia, sehingga bisa bertahan termasuk ketika mampu melewati pandemi Covid-19.
"Itulah kekuatan pertanian kita, pertanian memberikan kontribusi penuh bagi kita di saat pandemi Covid-19," kata Maringka, dalam Dialog Jaga Pangan.
Tamoak hadir saat itu, Inspektur III Inspektorat Jenderal Kementan RI Andry Asmara SE MM, Inspektur IV Inspektorat Kementan RI Drh IGMN Kuswandhana MM, perwakilan pimpinan daerah se-Bolaang Mongondow Raya, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para Kepala Dinas Pertanian dan Inspektur Daerah se-Bolaang Mongondow Raya, Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, para asisten, serta pimpinan OPD Pemkot Kotamobagu, dan para Ketua Gabungan Kelompok Tani se-Kota Kotamobagu.
Kunjungan berlanjut ke Kota Tomohon, Jumat (30/06/23). Apresiasi yang tinggi disampaikan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk kepada Irjen Kementerian Pertanian Dr Jan Maringka dan Ketua Umum DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Angelica Tengker, di Sekolah Luar Biasa (SLB) Paulus Tomohon, belum lama ini.
"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon memberikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan kerja Pak Irjen Jan Maringka dan rombongan Kementan RI serta Ketua KKK Angelica Tengker. Ini merupakan salah satu bentuk sinergitas dan komitmen bersama dalam rangka mendukung Program Jaga Pangan Jaga Masa Depan di Kota Tomohon," kata Senduk saat membawakan sambutan.
Maringka sendiri menegaskan menjaga ketahanan pangan adalah tugas dan peran kita bersama. "Ketika kita menjaga ketahanan pangan secara bersama-sama, maka kita telah mewujudkan kedaulatan pangan," ucap Maringka.
"Saya tadi mampir ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Paulus di Kota Tomohon. Kami memberikan dukungan kepada siswa-siswa yang memiliki kebutuhan khusus untuk dilatih saraf-sarafnya, sehingga bisa mengikuti pelatihan-pelatihan di sektor pertanian. Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kita pada anak-anak berkebutuhan khusus ini, juga mendapatkan dukungan kita dalam konteks kegiatan-kegiatan pertanian dimasa akan datang," sambungnya di hadapan
Ketua TP PKK Tomohon drg Jeand’arc Senduk-Karundeng, sejumlah pejabat eselon II lingkup Pemkot Tomohon, Kadis Perkebunan Sulut, jajaran Kementan RI, Pengurus KKK Jakarta, serta tamu undangan.
Terakhir, mengunjungi Kota Manado dan menggelar Dialog Jaga Pangan, di Junior Ballroom Hotel Novotel Manado, Jumat (30/06/2023).
Menurut Maringka, dialog dengan tema Menjaga Ketahanan Pangan, Wujudkan Kedaulatan Pangan ini bertujuan, agar tercapai sinergi dengan stakeholder, sehingga bisa membangun program Kementerian Pertanian dengan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran. Sebab, saat ini ada beberapa persoalan penting. Diantaranya, persoalan alih fungsi lahan pertanian hingga anggaran terbatas. Sebab itu, diharapkan kepala daerah bisa berperan melalui kepala desa dapat menyisihkan minimal 20 persen di sektor pertanian.
"Diperlukan membentuk SDM dan kerjasama kementerian di pusat dan daerah, untuk menyediakan petani muda, petani milenial,” beber Maringka seraya mengharapkan Politeknik Pembangunan Pertanian di Indonesia bisa berdiri di Sulut.
Diungkapkannya pula, petani akan didukung Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh perbankan, yang tentunya ada keberpihakan kepada daerah bersama perbankan agar membangun pertanian. Karenanya, metode seperti ini dimaksimalkan, seperti fungsi Balai Karantina dan Balai Palma.
Maringka juga menegaskan kejayaan sektor pertanian Sulawesi Utara dan program reorientasi sistim pengawasan internal di lingkungan kementrian pertanian, yang mengutamakan sinergi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH), untuk menguatkan kolaborasi pengawalan menjaga program strategis nasional di bidang pertanian, demi menjaga ketahanan pangan. Program ini sudah diterapkan Maringka, saat masih menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung RI (2017- 2020), dengan nama Pengamanan Pembangunan Strategis.
"Program ini dilakukan untuk menciptakan sinergi dengan seluruh stakeholder pertanian, agar seluruh program dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Juga, dapat menghadapi tantangan perubahan-perubahan kedepan, hingga mengantisipasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan tersebut," tegasnya.
Dirinya pun juga rindu untuk memulihkan kejayaan kelapa di Sulut. “Kelapa dalam kita usianya sekitar 100 tahun. Kita ada program yang namanya peremajaan dengan bekerjasama Balai Palma, kesatuan kementerian pertanian yang ada di Manado, untuk mendistribusikan bibit-bibit kelapa, agar kelapa genja ini tersebar di seluruh wilayah Sulut. Sehingga nanti Sulawesi Utara, bisa menjadi unggulan kelapa secara nasional. Kita sudah distribusi ke kabupaten/kota sesuai permintaan,” beber Maringka yang juga Doktor Ilmu Hukum yang pernah menjabat sebagai Staf Ahli Jaksa Agung RI Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara hingga tahun 2020 ini.
"Bersama-sama, kita pulihkan kejayaan sumber kelapa nusantara, sumber pangan dan produksi, tentunya yang menjadi produk unggulan. Semua pihak harus ikut berperan serta, termasuk Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi),” imbaunya.
Diketahui dalam acara ini, ikut dihadiri Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk, Dirut Bank SulutGo Revino Pepah, Dekan Fakultas Pertanian Unsrat Manado Ir Dedie Tooy MSi PhD, Kepala Dinas Pertanian dan Dinas Pangan se Kabupaten dan Kota Sulawesi Utara, serta para hukum tua (kepala desa, red) yang berkesempatan hadir saat itu. (timmp)