Pekerjaan di trase awal Tahap 3 sambungan jalan MORR Tiga Tahap 2 sempat terhenti akibat dihalangi sekelompok warga, akhirnya sudah mulai dikerjakan kembali.
Adapun sebelumnya pihak kontraktor pelaksana pekerjaan MORR Tiga mengalami kendala saat pelaksanaan clearing pada trase awal MORR Tiga Tahap 3 sepanjang 400 meter yang merupakan penghubung dengan Tahap 2, akibat sengketa tanah yang terjadi pada ruas tersebut.
Kementerian PUPR melalui Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut, Hendro Satrio M.K pun menyebutkan bahwa saat ini kontraktor pelaksana telah mulai melakukan clearing pada trase 400 meter pada pembangunan awal MORR Tiga Tahap 3 sepanjang 1,9 km dan dipastikan pekerjaan tidak lagi mengalami kendala.
“Memang sempat ada masalah dengan lahan di titik awal yang 400 meter yang nyambung dengan MORR Tiga tahap 2. Tapi kemarin Alhamdulillah sudah selesai, jadi dipastikan sudah nggak ada yang mengganggu dan menghalangi untuk panjang jalan 1,9 km. Sekarang sudah mulai kita kerjakan lokasi yang bermasalah tersebut, artinya tahun ini kami akan menyelesaikan total 1,9 km,” sebut Hendro Satrio.
Kepala BPJN Sulut ini pun menargetkan bahwa pekerjaan dapat tuntas hingga akhir tahun 2023.
“Dengan lahan yang batas (Tahap 2 dan 3) ini sudah bebas, sekarang kita sudah mulai action, tadi saya lihat di lapangan sudah ada beberapa alat ekskavator untuk melakukan pembersihan lahan. Mudah-mudahan ini semua bisa selesai di Desember 2023”, jelas Hendro.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas PERKIMTAN Sulut, Alexander Wattimena menyebutkan bahwa pekerjaan MORR 3 Tahap Tiga sudah dilanjutkan.
“Sudah tidak ada kendala untuk pembangunan di MORR Tiga sepanjang 1,9 kilometer ini. Tadi saya lihat alat berat sudah mulai kerja di ujung MORR Tiga Tahap 2 berarti pekerjaan ini sudah tidak ada kendala,” kata Wattimena.
Ia pun berharap, agar pelaksana pekerjaan dapat segera menuntaskan ruas jalan sepanjang 1,9 kilometer tersebut.
“Kita berharap agar pelaksana pekerjaan dapat cepat menuntaskan MORR Tiga Tahap 3 ini di tahun berjalan,” sebut Wattimena.
Adapun Pemerintah Provinsi Sulut telah menargetkan perampungan MORR Tiga secara keseluruhan yang menghubungkan Kalasey – Winangun sepanjang 11,4 kilometer, tuntas pada Tahun 2025 mendatang.
“Pada dasarnya MORR Tiga Tahap 3 ini harus tuntas dan selesai di masa pemerintahan ODSK (Olly Dondokambey-Steven Kandouw). Di masa pemerintahan ini, 2024 targetnya full dan 2025 sampai di ujung (jalan rencana underpass Winangun). Sehingga kita harapkan semuanya sudah fungsional dan bisa untuk dipakai untuk kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara,” pungkas Wattimena. (des)