Pengerukan ini dilakukan BWSS I sebagai bagian dari penanganan banjir di wilayah perkotaan.
M
Kepala BWSS I, I Komang Sudana melalui PPK OP SDA III Frans Manampiring menyebutkan bahwa pengerukan Sungai Tondano merupakan pekerjaan lanjutan yang bertujuan untuk mengoptimalkan daya tampung dari Sungai Tondano serta untuk mengurangi resiko banjir saat terjadi hujan deras.
“Ini merupakan pekerjaan normalisasi lanjutan karena sedimennya sudah banyak,” kata Manampiring.
Adapun lingkup pekerjaan dari pengerukan sungai tersebut yakni pengangkatan sedimen pada area sungai sepanjang kurang lebih 100 meter juga pada lebar kurang lebih 100 meter.
“Pengerukan dan pengangkatan sedimen sudah dua minggu ini berjalan. Rencana total sedimen yang diangkat sejumlah 20 ribu kubik, dengan lama pekerjaan kurang lebih 1 bulan,” urai PPK OP SDA III ini.
Ia pun berharap melalui pengerukan sedimen tersebut, di musim penghujan, air dapat lancar untuk mengalir ke laut.
“Sehingga tidak menjadi banjir di lokasi tersebut. Terutama tidak terjadi penyumbatan di area hilir,” kunci Manampiring. (des)