Kedua proyek tersebut yakni Penataan Kawasan Pantai Malalayang dan Bunaken Tahap II dengan anggaran sebesar Rp 107,939 miliar serta Proyek Renovasi Pasar Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang dibandrol senilai Rp24,699 miliar.
Kepala BPPW Sulut Adji Krisbandono melalui PPK Perencanaan Steven Kawalo menyebutkan, kedua proyek yang merupakan direktif Presiden tengah dipacu oleh BPPW.
“Karena ini merupakan Direktif Presiden, jadi pekerjaan nya harus lebih cepat. Sehingga kita juga pacu untuk penyelesaiannya di lapangan, meskipun pekerjaan nya baru dimulai beberapa waktu lalu,” kata Kawalo.
Kendati merupakan proyek multi years contract (myc), namun Kawalo menyebutkan bahwa pekerjaan ditargetkan tuntas pada pertengahan Juni 2024.
“Untuk Penataan Kawasan Pantai Malalayang dan Bunaken, sekarang sudah progres 4,69 persen. Ini progresnya agak lambat karena pekerjaan sudah di ujung (akhir tahun). Tapi dari Pelaksana sudah adakan percepatan karena mereka juga tahu kalau ini merupakan Direktif Presiden. Sehingga ini diupayakan untuk tuntas di Semester I. Kalaupun terlewat mungkin sampai September (2024),” tambah Kawalo.
Diketahui, kedua proyek tersebut diatas merupakan Direktif Presiden Joko Widodo, yang dimintakan langsung Presiden untuk dilaksanakan pembangunan oleh Kementerian PUPR saat melaksanakan kunjungan pada pertengahan Januari 2023 lalu. Kala itu, Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Airmadidi yang tampak belum tertata. Serta mengunjungi dan meresmikan Penataan Kawasan Pantai Malalayang dan Bunaken (Malalayang Beach Walk/MBW).
Adapun proyek Penataan Kawasan Pantai Malalayang Tahap II ini tengah dikerjakan oleh PT. Wisana Matrakarya sedangkan proyek Renovasi Pasar Airmadidi dikerjakan oleh PT. Ayu Mustika Rizki. (des)
Editor : Tanya Rompas