Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) patut berbangga, atas Kehadiran Sosok Ir I Komang Sudana MT, putra asal Lampung berdarah Bali yang gigih dan peduli atas pembangunan infrastruktur sumber daya air di Indonesia, termasuk saat ditugaskan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebagai Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.
Meski hanya dua tahun menjabat sebagai Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I, namun Sudana sukses bukan hanya sebagai Pemimpin yang terpilih untuk membangun Sulut tapi juga terpanggil dan melayani, artinya benar-benar mengabdikan dirinya untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air di Provinsi Sulawesi Utara.
Alhasil, ada tiga Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sulut dan dua Proyek Prioritas Nasional dapat dituntaskannya dalam waktu dua tahun kepemimpinan dari I Komang Sudana sebagai Kepala Balai yang berintegritas ini. Tak banyak pimpinan yang berprestasi seperti ini.
Di tangan I Komang Sudana, tiga PSN di Sulut yang tuntas dikerjakan yaitu Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan (Kuwkaw) yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 19 Januari 2023 lalu.
Bendungan Kuwkaw langsung bermanfaat mencegah dampak luas dari banjir Manado, pada saat 1 (Satu) Minggu setelah diresmikan Presiden Jokowi dengan menahan air dari hulu sungai Tondano masuk ke Manado. Alhasil saat itu, dengan intensitas curah hujan ekstrim 300 milimeter per detik yang relatif lebih besar dari banjir banjir Manado tahun 2014 yang curah hujan maksimumnya 160 mm. Artinya hampir dua kali lipat lebih besar. Namun efek daya rusak yang terjadi jauh lebih sedikit. Bendungan Kuwkaw pun disebut berhasil menyelamatkan Manado dari air bah. Bisa dibayangkan jika saat itu bendungan Kuwkaw belum tuntas, bagaimana jadinya Kota Manado. Mungkin peristiwa banjir besar 2014 yang menewaskan 18 Orang dan dengan dampak kerugian 1,87 triliun dapat terulang kembali di awal 2023 ini.
Tangan dingin dari I Komang Sudana dalam mempercepat penyelesaian Bendungan Kuwkaw sehingga terbukti Bendungan ini selesai diwaktu yang tepat dan langsung bermanfaat.
Sebelum itu, Pembangunan Proyek Strategis Nasional Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Likupang juga selesai dimasa kepemimpinan I Komang Sudana.
Kegiatan PSN yang dilaksanakan terkait Pembangunan KSPN Likupang yang telah tuntas dilaksanakan oleh BWS Sulawesi I yaitu, Pembangunan Bangunan Penyediaan Air Baku Likupang, Bangunan Pengendali Banjir di Kawasan KSPN Likupang yakni tanggul banjir Sungai maen dan Drainase Desa Likupang, Pembangunan ABSAH Desa Likupang III dan Desa Serei, dan peningkatan prasarana air tanah untuk air baku di Desa Palaes dan Desa Wasian juga tuntas tangan Kepala Balai berdarah Bali asal Lampung ini.
Pun demikian dengan PSN Bendungan Lolak yang infrastrukturnya telah selesai dibangun dan sementara ini tinggal menunggu jadwal diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Selain itu juga ada PSN Pembangunan Sarana Air Baku Bendungan Lolak dengan total panjang pipa transmisi dari Bendungan sampai Lokasi IPA sepanjang 10.038,55 meter adalah pekerjaan terakhir yang telah diselesaikannya sebagai Kepala BWS Sulawesi I.
Selain PSN tersebut diatas, ada juga Program Prioritas Nasional yang telah tuntas di saat kepemimpinan I Komang Sudana sebagai Kepala Balai di lingkup Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) ini, yakni pengamanan Aset Nasional Danau Tondano yakni Pencanangan Pemasangan Patok Batas Sempadan Danau Tondano yang merupakan upaya penyelamatan salah satu dari 15 Danau Prioritas Nasional yang masuk dalam PERPRES No. 60 Tahun 2021 Tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional. Penuntasan tersebut melalui Pengamanan Batas Luasan Danau Tondano melalui Kepmen PUPR Nomor 1081 Tahun 2023 tentang Penetapan Garis Sempadan Danau Tondano yang menetapkan bahwa luas total Danau Tondano yakni 4953,78 hektar. Luas danau terdari atas luas badan air danau yakni 4719,45 hektar dan luas sempadan danau 234,28 hektar dan menetapkan batas garis sempadan Danau Tondano yakni berjarak 50 meter dari tepi muka air tertinggi sehingga pemanfaatan dan pengelolaan pada area sempadan Danau Tondano ini diwajibkan untuk mendapatkan izin rekomendasi teknis (rekomtek) dari Kementerian PUPR.
Selain itu ada pula Program Prioritas Nasional yakni Proyek Ketangguhan Banjir Perkotaan Nasional (National Urban Flood Resilience Project/ NUFReP) yang merupakan program bantuan dari Bank Dunia dengan nilai total proyek yang diperkirakan akan menelan Anggaran Rp. 2 triliun ini untuk membantu Kota Manado dalam mengurangi risiko banjir dengan cara meningkatkan kapasitas pengelolaan SDA melalui Pembangunan Bangunan Pengendali Banjir di tiga sungai yakni Sungai Tondano, Tikala dan Sario.
Proyek NUFReP ini telah selesai diadakan Penetapan Lokasi (Penlok) dan sekarang sementara berproses pada tahapan Identifikasi dan Infentarisasi Tanah yang juga merupakan buah tangan usaha dari kepemimpinan Sudana, yang supel bergaul dan pintar berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun Pemerintah Kota Kabupaten.
Kerja Keras, Koordinasi, Komunikasi dan Kolaborasi serta Konsolidasi, itulah strategi yang dilaksanakan oleh Pria asal Lampung yang sudah banyak merasakan asam-garam bertugas di Kementerian PUPR.
Banyak pula kegiatan hasil kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang dijalankannya. Contohnya Penanganan Tanggap Darurat Banjir Manado 2023 yang telah selesai dilaksanakan di Sungai Bailang (Kompleks Jl. Buha Kasuratan, Kel Buha, Kec. Mapanget), Sungai Mahawu (Belakang SMPN 11 di Kel. Sumompo Kec. Tuminting) dan Sungai Mahawu (Belakang SD Negeri 72, Jembatan s/d CCTV di Kel. Mahawu, Kec. Tuminting). dimana Pemkot Manado menyiapkan lahan masyarakat untuk dilaksanakan pelebaran sungai dan BWSS I melaksanakan pekerjaan yang meliputi: galian dan pengangkatan sedimen sungai dan pelebaran sungai pada luasan yang disediakan Pemkot berdasarkan musyawarah dengan masyarakat.
Begitu pula dengan Pekerjaan Penanganan Tanggap Darurat Bancana Alam Abrasi di Pantai Amurang yang telah selesai dikerjakan BWS Sulawesi I merupakan hasil kerja sinergitas antara pihaknya dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sehingga pekerjaan yang dilaksanakan yakni pembersihan bangunan di lokasi zona bahaya, yakni 30 meter dari bibir pantai ke darat dan selanjutnya dilakukan pekerjaan meliputi pembangunan tanggul melalui susunan batu boulder dari dasar dan pemasangan geobag pada elevasi 5,3 meter sepanjang 420 meter dengan lebar tanggul 2,5 meter dapat berjalan tanpa hambatan yang berarti.
Saat dihubungi Manado Post, Sudana pun mengungkapkan bahwa koordinasi dan komunikasi adalah kunci dalam menyelesaikan berbagai Proyek di lingkup Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR terlebih pada PSN di Sulut.
“Kuncinya adalah kerja keras, koordinasi, komunikasi dan konsolidasi. Karena pemimpin itu harus turun dan ketemu dengan semua orang yang terlibat dalam setiap pekerjaan, dan ketika ada kendala itu harus dicarikan solusinya. Seperti saat menyelesaikan pekerjaan bendungan yang merupakan Proyek Strategis Nasional. Ketika kita diminta untuk menyelesaikan, maka hal pertama adalah kita lakukan koordinasi, kita turun ke lokasi dan melihat situasi kondisi, kemudian kita petakan permasalahannya kita cari solusi. Kalau solusinya itu berkaitan dengan komunikasi dengan pihak-pihak lain, maka kita harus datangkan, kumpulkan dan kita rapatkan. Apabila kendala-kendala itu berkaitan dengan masyarakat, maka kita laporkan kepada pimpinan daerah kemudian kita kumpulkan datangkan setiap pihak yang terkait kita koordinasikan dan konsolidasikan untuk mencari solusinya,” urai Sudana saat memaparkan strategi penyelesaian Proyek Strategis Nasional di Sulut kepada Manado Post.
28 Tahun, pasca mengabdikan diri di Kementerian PUPR, Tahun 2021 adalah awal Sudana diberikan tanggung jawab lebih yakni Sebagai Kepala BWS Sulawesi I untuk menyelesaikan masalah Sumber Daya Air baik dalam cakupan pembangunan infrastruktur untuk memelihara SDA di Sungai dan Pantai, Danau, Waduk, Embung dan Bendungan, Kegiatan Irigasi dan Air Baku untuk Pemanfaatan SDA, Operasi dan Pemeliharaan SDA serta penanganan bencana alam dalam satu wilayah, yakni Wilayah Sulawesi Utara.
Tugas pertama tersebut pun dilaksanakan dengan sangat baik oleh Suami tercinta dari Ni Komang Sudani. Pria Rantauan asal Lampung yang memimpin ratusan pegawai di lingkup BWS Sulawesi I dengan sebagian besar pegawai yang berbeda etnis bahkan karakternya namun dapat disatukan persepsinya untuk tujuan tercapainya pengelolaan sumber daya air yang terorganisir di Sulawesi Utara.
Terkait hal ini pun Sudana punya strategi khusus yang dilakukan. Bahkan mengorbankan status Pemimpin, yakni Ia rela turun langsung bekerja untuk memberikan contoh agar pegawai dan bawahannya dapat melaksanakan hal yang sama seperti yang Ia lakukan. Selain itu, Ia rutin mengingatkan tupoksi dari setiap bindang PUPR, baik Kepala Satker, PPK bahkan pegawai pada setiap apel yang dilaksanakan.
“Untuk resep khusus agar anak buah itu bisa mendengarkan pimpinan, pertama saya menyampaikan hal utama bahwa setiap Pegawai Negeri sudah ada ketentuan, aturan yang diikat dalam perjanjian. Apalagi ada Panca Prasetya Kor pegawai Republik Indonesia. Nah itu ditanamkan dulu dan saya sering menyampaikannya saat apel dan musyawarah bahwa kita mempunyai keyakinan masing-masing, segala sesuatu perbuatan dilakukan dengan baik dan semuanya itu kembali kepada pribadi kita dan hasilnya juga pasti kita akan merasakan. Tapi kadang juga pada pelaksanaannya ada yang tidak mengerjakan, sehingga saya harus turun memberikan contoh agar mereka dapat mengikuti,” jelas Sudana yang kini tengah 30 tahun mengabdikan diri di Kementerian PUPR.
Keuletan dan kerja keras yang telah dilaksanakan Pria yang akan beranjak usia 57 Tahun pada 5 April 2024 mendatang ini, nampak dapat terlihat. Sehingga bukan hanya PSN yang tuntas dilaksanakan namun sebagian besar Proyek Reguler lainnya di lingkup BWS Sulawesi I juga telah tuntas dilaksanakannya hingga membawa BWS Sulawesi I mengukir prestasi yang baik di Tahun 2023. Diantaranya, merupakan satu dari 10 Balai dengan serapan anggaran dan proyek fisik terbaik di Kementerian PUPR, yakni serapan anggaran mencapai 97,52% dan fisik 97,44%. Selain itu, BWS Sulawesi I juga masuk dalam 10 BWS/BBWS Terbaik se Indonesia Dalam Sistem Satu Data Ditjen Sumber Daya Air Water Resources Data Center (WRDC).
Terhadap kinerja yang telah dilakukan ini, Sudana mengaku dalam pelaksanaannya, Ia tak segan-segan untuk melapor pada pimpinan yang lebih diatas bahkan pimpinan kepala daerah untuk mencari solusi, tatkala Ia mengalami kendala dalam menuntaskan berbagai pekerjaan yang ada, terutama proyek strategis nasional. Hal ini dilakukan agar didapatkan solusi atas kendala dan pekerjaan dapat diselesaikan.
“Seperti yang disampaikan oleh Pak Dirjen bahwa kalau kita tidak sanggup untuk menyelesaikan persoalan, maka kita harus lapor ke pimpinan, sehingga pimpinan akan mengarahkan tim untuk turun membantu agar dapat bersama-sama mencari dan menemukan solusi, seperti itu yang kita lakukan pada proyek pembangunan bendungan. Dan kalau solusinya itu berkaitan dengan komunikasi dengan pihak-pihak lain, maka kita harus turun kita datangkan kumpulkan dan kita rapatkan. Sedangkan kalau kendala-kendala itu berkaitan dengan masyarakat, maka kita laporkan kepada pimpinan daerah kemudian kita kumpulkan setiap pihak yang terkait kita datangkan, koordinasikan untuk mencari solusi,” cetus Sudana.
Pria yang akrab disapa Pak Komang ini pun, per awal Januari 2024, telah mendapatkan tugas baru di Kementerian PUPR di Pusat sebagai Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis OP dan Kelembagaan, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Ditjen SDA. Pun demikian, selain menuntaskan banyak pekerjaan infrastruktur SDA, Ia juga telah membawa perubahan terhadap lingkungan kantor BWS Sulawesi I. Kini kantor ini terlihat lebih rapi dan estetik sehingga Ia berharap para pegawai akan lebih bersemangat dan semakin giat saat bekerja dalam situasi lingkungan yang makin estetik tersebut.
“Pesan-pesan saya kepada pegawai di Balai Sungai ini yaitu mari jalankan tugas-tugas kita sesuai dengan tupoksi, tanamkan kedisiplinan, apa yang kurang, harus dievaluasi sehingga rencana dan target yang sudah ditetapkan bisa tercapai dengan baik. Maka semuanya itu harus dilakukan koordinasi dan konsolidasi, komunikasi dengan pihak-pihak terkait dan selalu turun ke lapangan untuk mengecek, agar setiap permasalahan akan dapat ditemukan solusinya,” pesan Sudana yang telah mencontohkan Koordinasi yang telah dijalankan bersama Pimpinana Daerah, Walikota dan Bupati saat bertugas di Sulut.
Juga terhadap kerabatnya Sugeng Harianto yang sebelumnya menjabat Kasubdit Bendungan dan Danau Wilayah III dan kini menggantikannya, Sudana pun berharap agar dapat mempersiapkan Proses Peresmian Bendungan Lolak dengan baik, selain itu dapat rutin melaksanakan monitoring dan evaluasi serta mengajak agar setiap pegawai dapat konsisten dan disiplin dalam pekerjaan.
“Untuk tugas yang akan dilanjutkan oleh Kepala Balai Baru, intinya program-program yang sudah dilaksanakan itu dipersiapkan dengan baik kemudian dilaksanakan dengan baik dan selalu dimonitoring dan evaluasi kualitas, kuantitas dan estetika serta keberlanjutannya. Kalau kita cuek, bawahan juga akan cuek untuk menuntaskan pekerjaan tersebut. Untuk itu, saya juga berharap agar teman-teman di sini tetap konsisten dan disiplin dalam melaksanakan pekerjaan dengan target-target yang sudah ditetapkan. Makanya kekompakan dan kebersamaan itu menjadi kunci keberhasilan sehingga apapun persoalan dan permasalahan yang dihadapi, maka semuanya dapat terselesaikan,” kunci Sudana.
Adapun beberapa pekerjaan SDA yang akan dilaksanakan dan dilanjutkan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi I pada di Tahun 2024, antara lain Revitalisasi Danau Tondano, Lanjutan pembangunan pengaman Pantai Pulau Miangas, Program NUFREP Bangunan Pengendali Banjir di Sungai Tondano, Tikaman dan Sario, Pengaman Pantai Permanen di Area Pantai Amurang (Eks lokasi abrasi pantai), Pemboran Sumur dan Peningkatan Air Baku, Irigasi, padat karya tunai P3TGAI, pekerjaan operasi dan pemeliharaan SDA, dan berbagai kegiatan sungai pantai lainnya di Sulawesi Utara. (des)