Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pabrik Tepung Kelapa Terbesar di Dunia Beri Penghargaan ke Gubernur Olly Dondokambey, Ini Alasannya

Tanya Rompas • Selasa, 24 September 2024 | 20:35 WIB

Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat menerima penghargaan dari Owner PT Royal Group, Jefrey Jocom di sela-sela paripurna HUT Provinsi ke 60.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat menerima penghargaan dari Owner PT Royal Group, Jefrey Jocom di sela-sela paripurna HUT Provinsi ke 60.
MANADOPOST.ID- Di paripurna HUT ke 60 Provinsi Sulut, Gubernur Olly Dondokambey dihujani pujian dan apresiasi karena sederet penghargaan yang diraih selama menjabat.

Namun, ada satu penghargaan istimewa yang luput dari mata publik Sulut saat paripurna HUT Provinsi baru-baru ini. Penghargaan itu membuat Gubernur dua periode itu terkejut dan tak menyangka bisa diberikan kepadanya.

Penghargaan tersebut datang dari PT Royal Coconut yang merupakan perusahaan pabrik tepung kelapa yang groupnya terbesar di Asia bahkan dunia.

PT Royal Coconut memberi apresiasi sebab Gubernur Olly dinilai peduli terhadap kesejahteraan petani kelapa dan keberlangsungan tanaman kelapa di Sulut.

Pemberian penghargaan dari investor seperti itu jarang terjadi. Sebab, biasanya pemerintah yang memberi penghargaan ke pengusaha atau investor. Sehingga hal itu menjadi kebanggaan bagi Gubernur Olly.

Sementara itu, Jeffy Jocom Owner PT Royal Group menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan perusahaannya karena Gubernur Olly dinilai bisa kembangkan peremajaan tanaman kepala di Sulut.

"Sehingga pabrik kami bahan bakunya tercukupi," ungkap putra asli Manado itu, Selasa (24/9).

Selain itu juga, Gubernur Olly membangun jalan-jalan yang membuat akses pengambilan kelapa tidak sulit.

"Itu alasan utama. Pak Olly sangat serius dan mendukung, serta memperhatikan petani kelapa terutama. Dan, efek sampingnya kami pabrik-pabrik tepung kelapa punya bahan baku yang cukup untuk buat produksi," ujarnya.

Jeffry menilai, kinerja Gubernur Olly selama memimpin Sulut sangat luar biasa. Bisa mendatangkan investor dari Cina. Meskipun investor dari Cina menjadi kompetitor perusahaanya.

"Tetapi, dengan adanya investor Cina itu, kami bisa terpancing juga untuk lebih bagaimana memacu cara efisiensi ke pabrik. Sampai akhirnya kita bisa bersaing dengan pabrik lain," terangnya.

Penghargaan yang diberikan ke Gubernur Olly adalah yang pertama karena melihat kinerja selama dua periode pimpin Sulut.

Diketahui, PT Royal Coconut pabriknya memproduksi tepung kelapa yang high fat. Dimana high fat itu produksinya terbesar nomor 2 di dunia.

Di Sulut sendiri, perusahaan yang lahir dari 2007 itu memiliki pabrik di Minsel dan Minut. Termasuk di Gorontalo. Sampai saa ini, tujuan ekspornya rata-rata paling banyak di beberapa negara di Eropa.

"Produksi variannya ada tepung kelapa, santan kelapa, minyak kelapa, air kelapa. Untuk air kelapa dan santan banyak ke Cina. Sisanya ke Eropa. Dan kapasitas produksi sehari itu bisa sampai 1 juta biji," bebernya.

Ke depannya, Jeffry berharap Gubernur Olly di sisa periode ini melobi agar penerusnya bisa melanjutkan peremajaan kelapa.

"Kita harapkan ada yang seperti beliau. Meneruskan program yang bagus dari beliau. Memang bahan baku sampai saat ini untuk pabrik tepung kelapa masih cukup. Hanya saja ada daerah terpencil yang terkadang untuk mengambil (kelapa) agak sulit.

Jadi ketika pemda buka jalan, pasti jadi lancar. Itu yang selama dua periode dilakukan Pak Olly. Sehingga layak menerima penghargaan dari perusahaan kami," jelasnya.

Dia berharap apa yang dilakukan Gubernur Olly bisa diteruskan pemimpin Sulut selanjutnya. Sebab, pabrik tersebut juga memberikan income kepada daerah lewat PAD. Termasuk devisit untuk negara yang begitu besar.

Selain itu, perusahaan ini juga memberikan lapangan kerja kepada masyarakat. Hingga saat ini, PT Royal Group mempekerjakan puluhan ribu orang di semua pabriknya. (Livrando Kambey)

Editor : Tanya Rompas
#Penghargaan #Olly Dondokambey