MANADOPOST.ID—Menyikapi situasi terkini, termasuk merespon pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (31/8) yang menegaskan kebebasan berpendapat harus dijalankan dengan damai, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) menyampaikan pernyataan sikap resmi.
Melalui Ketua Umum Angelica Tengker, Sekretaris Jenderal Michael Lakat, dan Bendahara Umum Ariasa Supit, DPP KKK menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat demokrasi, dan mengawal kebijakan pro-rakyat. Berikut pernyataan sikap lengkap DPP KKK:
PERNYATAAN SIKAP KKK (Kerukunan Keluarga Kawanua)
Bersatu untuk Rakyat, Mengawal Persatuan, dan Memperkuat Demokrasi
Jakarta, 31 Agustus 2025
Di tengah perjalanan bangsa yang terus bergerak, penuh dinamika dan tantangan, Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) memandang persatuan, keadilan, dan kebersamaan bukan sekadar kata-kata, melainkan panggilan hati yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan. Sebagai bagian dari keluarga besar bangsa ini, KKK percaya bahwa setiap warga negara memiliki peran dalam menjaga keutuhan bangsa, menegakkan demokrasi yang bermartabat, dan memastikan suara rakyat didengar, dihargai, dan direspons secara adil.
Hari ini, Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara. Namun, hak itu harus dijalankan dengan damai, bermartabat, dan penuh tanggung jawab. Segala bentuk anarkisme, perusakan fasilitas publik, penjarahan, dan kekerasan tidak hanya merugikan rakyat, tetapi juga mencederai fondasi demokrasi itu sendiri. Pernyataan Presiden menjadi pengingat bagi kita semua: kebebasan sejati selalu bersanding dengan tanggung jawab, dan keadilan selalu bersanding dengan kesadaran.
Dalam semangat itulah, KKK menyampaikan sikap resmi melalui delapan poin utama, yang menjadi pedoman dan arahan bagi seluruh anggota serta kader dalam menjalankan peran sosial, kebangsaan, dan kemasyarakatan:
- Dukungan Tegas Kepada Presiden
KKK menegaskan dukungan penuh kepada Presiden Republik Indonesia dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat demokrasi, dan mengawal kebijakan yang berpihak pada rakyat. Kepemimpinan yang tegas, bijaksana, dan berlandaskan prinsip keadilan sosial menjadi fondasi bagi terciptanya kesejahteraan dan ketenteraman bagi seluruh anak bangsa.
- Kebebasan Berpendapat yang Bermartabat
KKK percaya bahwa kebebasan bersuara adalah hak yang harus dijaga, namun tidak boleh melanggar norma, hukum, dan martabat sesama. Suara yang disalurkan tanpa tanggung jawab bisa menjadi senjata yang merusak, bukan alat yang membangun. Oleh karena itu, KKK menolak segala bentuk anarkisme, perusakan fasilitas publik, dan penjarahan, karena tindakan tersebut menghancurkan kepercayaan publik, merusak ketertiban, dan mencederai persaudaraan.
- Penegakan Hukum yang Adil dan Transparan
Hukum adalah perisai rakyat, bukan alat penindas. KKK mendukung penegakan hukum yang tegas, adil, dan transparan, termasuk terhadap aparat yang menyimpang dari tugasnya. Negara hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk melindungi; hadir bukan untuk memecah belah, tetapi untuk menyatukan. Hukum yang adil adalah simbol kehadiran negara bagi setiap warga, dan jaminan persatuan bangsa.
- Dialog dan Keterlibatan Masyarakat
KKK menyambut baik inisiatif Presiden agar DPR mengundang tokoh masyarakat, mahasiswa, dan pihak terkait untuk berdialog. Dialog bukan sekadar bertemu, tetapi bertukar pemikiran, mendengar dengan hati, dan memahami aspirasi rakyat secara langsung. Keterlibatan masyarakat dalam dialog ini adalah fondasi demokrasi yang hidup, realistis, dan berkelanjutan.
- Apresiasi atas Koreksi DPR
Langkah DPR mencabut kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, meskipun dirasa terlambat tetapi menjadi momentum penting bagi politik yang bersih dan berpihak kepada rakyat. KKK menghargai tindakan DPR yang menempatkan aspirasi rakyat sebagai prioritas. Politik yang berpihak pada rakyat bukan sekadar wacana, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan nyata dan konsisten.
- Menolak Provokasi dan Memperkuat Persatuan
KKK menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa. Semangat gotong royong, persaudaraan, dan solidaritas adalah kekuatan utama yang meneguhkan bangsa di tengah tantangan. Persatuan bukan sekadar slogan, melainkan energi yang menuntun kita tetap teguh, bahkan di saat badai politik dan sosial menghadang.
- Kader KKK sebagai Garda Terdepan
KKK mengajak seluruh kader untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban, nilai kebangsaan, dan persaudaraan. Menyampaikan aspirasi dengan damai dan konstruktif, serta mendukung kebijakan pro-rakyat, adalah bentuk pengabdian nyata pada bangsa. Kader KKK hadir sebagai teladan, penguat nilai, dan penjaga semangat kebersamaan.
- Optimisme untuk Kebangkitan Bangsa
Dengan kepemimpinan Presiden yang tegas, koreksi politik yang nyata, dan partisipasi aktif rakyat, bangsa ini sedang berada pada momentum kebangkitan besar. Keadilan sosial, kesejahteraan bersama, dan persatuan nasional bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi tujuan yang bisa dicapai melalui kebersamaan, kesadaran, dan kerja nyata dari seluruh elemen bangsa.
Dalam setiap langkah, KKK berdiri teguh bersama rakyat dan Presiden Republik Indonesia, bukan sebagai pengamat pasif, tetapi sebagai bagian dari perjalanan bangsa. Mengawal kebijakan pro-rakyat, memperkuat persatuan, dan menjaga semangat gotong royong adalah tugas yang kami emban dengan sepenuh hati, dengan tekad, dan dengan keyakinan bahwa masa depan Indonesia akan lebih adil, makmur, dan bersatu.
Mari kita bangun bangsa ini bersama, bukan dengan kekerasan, bukan dengan kebencian, tetapi dengan semangat persaudaraan, dialog yang tulus, dan kerja nyata yang membawa kebaikan bagi semua. Bersama, kita bisa menegakkan demokrasi yang bermartabat, keadilan yang nyata, dan persatuan yang abadi.
Ketua Umum: Angelica Tengker
Sekretaris Jenderal: Michael Lakat
Bendahara Umum: Ariasa Supit
Editor : Foggen Bolung