Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tonsea Singing Nite Meriahkan Jakarta, Rayakan Budaya dan Semangat Mapalus

Foggen Bolung • Senin, 6 Oktober 2025 | 10:47 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID—Komunitas Paimpuluan ne Tonsea (PNT) menggelar acara Tonsea Singing Nite di Restoran Sagolicious, Kelapa Gading, Sabtu (4/10). Kegiatan ini menjadi malam apresiasi budaya sekaligus penggalangan dana dalam semangat mapalus, menjelang perayaan HUT ke-28 PNT pada 1 November mendatang.

Acara dipimpin oleh Michael Alexander Kambey, S.Ak., M.M. selaku Koordinator Tim Kerja bersama tim pelaksana. Ketua Umum PNT Brigjen Pol Christ Reinhard Pusung, S.I.K., M.Han., M.H. tidak dapat hadir karena tengah menjalankan tugas sebagai Kepala BNN Provinsi Riau, namun semangat kepemimpinannya tetap terasa dalam jalannya acara.

Sejumlah tokoh hadir memberi dukungan, antara lain Perly Rotinsulu selaku pendiri dan Dewan Penasehat PNT, Irjen Pol Dr. Winston Tommy Watuliu (Dewan Penasehat PNT), Matindas Janusanti Rumambi (Anggota DPR RI), Michael Lakat (Sekjen Kerukunan Keluarga Kawanua), dan Maikel Sajangbati (Wakil Ketua Umum PNT).

Acara ini turut mendapat dukungan dari Perkumpulan Watasi Tonsea, yang mewakili struktur keanggotaan PNT meliputi perkumpulan kampung, keluarga, dan fungsional di wilayah Jabodetabek.

Puncak acara dimeriahkan penampilan Grup Kolintang Tamporok yang merayakan 50 tahun kiprahnya. Penampilan tersebut menjadi istimewa karena kolintang asal Tonsea-Minahasa telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO pada 5 Desember 2024.

Selain itu tampil pula band The Sago’s, serta penyanyi berdarah Tonsea Joanna Sarah Pinontoan, Fanny Sumapode, Reigen Imanuel Sigarlaki, dan Ike Rompis yang membawakan lagu-lagu daerah. Nuansa Minahasa semakin kuat lewat tarian lenso oleh grup Badonci Kawanua pimpinan Mercy Wowor, serta atraksi kostum kabasaran yang menambah semangat acara.

“Dalam suasana kebersamaan, peserta mengusulkan agar kegiatan serupa dapat digelar rutin setiap tiga bulan sebagai bentuk mapalus modern, untuk menjaga semangat Sitou Timou Tumou Tou dan Tuwar Mapalus tetap hidup di tengah komunitas Tonsea,” kunci Michael Alexander Kambey.(fgn)

Editor : Foggen Bolung
#Jakarta #Pnt Aditya Korah #Paimpuluan Ne Tonsea #Tonsea #kawanua