Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Syiar Muslimah Sulut dan Yayasan Suara Madani Gagas Kampanye Besar Kesehatan Mental di Sulawesi Utara

Tanya Rompas • Selasa, 28 Oktober 2025 | 20:07 WIB

Photo
Photo
MANADOPOST.ID– Syiar Muslimah Sulawesi Utara bersama Yayasan Suara Madani Indonesia menggagas Gerakan Solidaritas Peduli Kesehatan Mental 2025 dengan tema “Merawat Jiwa, Mencintai Hidup.” Program ini merupakan kampanye sosial lintas sektor yang bertujuan membangun kesadaran, solidaritas, serta aksi nyata dalam mendukung kesehatan mental masyarakat Sulawesi Utara.

Gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus stres, depresi, kekerasan berbasis gender, hingga bunuh diri di Sulawesi Utara (Sulut). Berdasarkan data WHO, 1 dari 8 orang di dunia mengalami gangguan kesehatan mental. Sementara di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat 9,8 persen penduduk usia 15 tahun ke atas mengalami gangguan mental emosional, dengan angka depresi mencapai 6,1 persen.

Ketua Syiar Muslimah Sulut Rillya K Gobel mengatakan, gerakan ini diinisiasi komunitas muslimah namun terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa batas gender, usia, atau latar belakang.

“Solidaritas menjadi kunci. Kami ingin menghadirkan ruang aman untuk berdialog, berbagi, dan saling menguatkan dalam semangat kemanusiaan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan akan berlangsung sepanjang Oktober hingga akhir November 2025, diawali dengan kampanye digital dan publikasi edukatif di berbagai platform media.

Sebagai pembuka, panitia akan menggelar Kick Off Outdoor – Kampanye Publik pada Sabtu, 1 November 2025, di Kawasan Mega Mass Manado. Acara tersebut akan diisi dengan talkshow seputar kesehatan mental, booth konseling gratis, serta papan afirmasi dan harapan bagi pengunjung.

Kegiatan berlanjut dengan Seminar Ruang Hati bertajuk “Metamorfosa Jiwa – Sebuah Perjalanan untuk Pulih, Bertumbuh, dan Bahagia” yang akan digelar Sabtu, 15 November 2025 di Aula Serbaguna Pemkot Manado. Seminar ini menghadirkan narasumber dari kalangan psikolog, tokoh masyarakat, dan pegiat kesehatan mental.

Pada Sabtu, 22 November 2025, publik juga dapat mengikuti Kelas Pemulihan Psikologi: “Menata Jiwa yang Retak” yang berlangsung di Hotel Ibis Manado. Kelas ini dirancang untuk membantu peserta memahami langkah-langkah sederhana dalam proses pemulihan diri dan penguatan mental.

Puncak kegiatan akan ditandai dengan Deklarasi Bersama Gerakan Solidaritas Peduli Kesehatan Mental 2025, pada Sabtu, 29 November 2025, di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara.

Adapun kolaborasi gerakan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Dinas P3AD Sulut, Dinas Kesehatan, RS Prof Dr VL Ratumbuysang Manado, TP-PKK Sulut, Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Sulut, serta kalangan akademisi dari IAIN Manado dan Universitas Muhammadiyah Manado. Sejumlah komunitas seperti Komunitas Cegah Bunuh Diri, Perkumpulan Literasi Sulut, Duta Baca Sulut, dan Duta Anti Kekerasan pada Perempuan dan Anak (DAKPA) juga turut ambil bagian.

Ketua Panitia Juria El Buton menyampaikan, kegiatan ini menargetkan sedikitnya 1.750 peserta langsung serta jangkauan digital hingga 10.000 akun. “Kesehatan mental bukan pilihan, tapi prioritas. Setiap dukungan, sekecil apa pun, bisa menjadi cahaya bagi banyak jiwa,” tuturnya.

Panitia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat umum, untuk ikut ambil bagian dalam gerakan ini. Kolaborasi diharapkan mampu membangun masyarakat Sulut yang lebih sehat, berdaya, dan sejahtera, baik secara fisik maupun mental.

Informasi dan kolaborasi dapat diakses melalui kontak resmi panitia di nomor 0812-4111-2535 (Juria El Buton) atau email syiarmuslimahsulut@gmail.com.(***)

Editor : Tanya Rompas