MANADOPOST.ID—Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus menegaskan kembali komitmennya untuk menegakkan disiplin di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut.
Teguran keras itu disampaikannya usai mengetahui adanya sekitar 20 ASN yang kedapatan nongkrong di rumah kopi saat jam kerja berlangsung.
Gubernur Yulius tidak menutupi rasa geramnya terhadap perilaku sejumlah ASN yang dinilai abai terhadap tanggung jawab sebagai pelayan publik. Ia menegaskan, tindakan tidak disiplin itu akan berdampak langsung pada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tempat ASN tersebut bernaung.
“Sesuai komitmen kita, kalau tertangkap di rumah kopi, kepala dinas akan jadi korban,” tegas Yulius saat memberikan amanah dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional ASN di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, pekan lalu.
Menurutnya, seorang kepala dinas harus memiliki kemampuan manajerial dan pengawasan yang baik terhadap bawahan. Kelemahan dalam pengawasan dianggap sebagai bentuk kelalaian pimpinan. “Saya akan marah kepada kepala OPD yang tidak mengawasi bawahannya. ASN harus punya kesadaran dan integritas, tidak perlu selalu diawasi untuk bisa bekerja dengan baik,” ujarnya.
Gubernur yang dikenal tegas ini juga mengingatkan seluruh ASN agar memahami bahwa jabatan yang diraih bukan hadiah, melainkan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan dedikasi terhadap tugas.
“Karir itu tidak didapatkan serta merta. Semua hasil dari kinerja dan perjuangan. Kalau berangkat dari rumah dengan niat bekerja, ya bekerjalah. Jangan niat ke kantor tapi malah ke rumah kopi,” tutur Yulius disambut tepuk tangan para ASN yang hadir.(gel)
Editor : Angel Rumeen