Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kawanua di Perantauan Bakudapa, Galang Kasih untuk Mendukung Pemulihan Melly Pandean

Foggen Bolung • Senin, 10 November 2025 | 09:11 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID— Nama Melly Pandean tak asing bagi warga Sulawesi Utara. Suaranya yang khas mengalun dalam lagu-lagu daerah seperti “Dung Nene Dung Tete”, “Si Towo Putar Bale”, hingga “Apitoria, Kong Top Bole Jo”, lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Minahasa.

Kini, sang penyanyi senior yang telah lama mewarnai dunia musik Sulut dan nasional itu tengah terbaring di rumah sakit, berjuang melawan penyakit yang juga memengaruhi pita suaranya, sumber karya dan jiwanya sebagai seniman.

Sebagai wujud kepedulian, para sahabat dan kerabat Melly di Jakarta menggelar Malam Peduli Kasih di Kidow Manado Restaurant and Café, Bintaro Trade Center, Minggu (9/11). Seluruh hasil penggalangan dana pada malam itu diserahkan untuk membantu proses pemulihan Melly.

“Malam ini kita tidak berkumpul di bawah nama organisasi. Kita berkumpul sebagai satu keluarga, sebagai kawanua, sebagai sahabat, dan sebagai sesama seniman, dalam suasana santai sambil menikmati makan malam dan alunan lagu di Kidow,” ujar Sylvia Mogot, salah satu inisiator acara bersama Michael Lakat dan Felix Luntungan.
Sylvia menuturkan, malam peduli kasih ini merupakan persembahan tulus dari hati untuk sahabat mereka.

Photo
Photo

“Saat ini, Melly sedang berada dalam perjuangan berat menjalani perawatan di RSPP akibat sakit. Penyakit ini juga telah berdampak hingga ke pita suaranya, sumber karya yang selama ini menghibur kita semua,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebenarnya ada kerinduan besar agar Melly bisa hadir bersama mereka malam itu. “Beliau baru saja dijadwalkan keluar dari rumah sakit, namun kondisi kesehatan kemarin kembali menurun, sehingga dengan berat hati beliau batal hadir,” tuturnya.

Sementara itu, Michael Lakat mengungkapkan, acara ini lahir secara spontan berawal dari kepedulian sesama penyanyi. “Ide ini digerakkan oleh Ermy Kullit, lalu disambut hangat oleh Ibu Sylvi Mogot dan teman-teman semua,” katanya.
Michael turut menyampaikan apresiasi bagi semua yang telah hadir dan memberikan dukungan, termasuk donasi pribadi dari Joune Ganda.

“Acara ini membuktikan bahwa ketika hati tergerak, kepedulian tidak memerlukan birokrasi. Ini bukan tentang panggung atau popularitas; ini murni tentang cinta kasih. Terima kasih atas doa dan dukungan Anda semua. Semoga kebersamaan malam ini menjadi kekuatan untuk Melly,” ujar Michael.
Dukungan juga datang dari Brigjen Christ Pusung, salah satu tokoh kawanua yang hadir malam itu.

"Kepedulian yang kita galang malam ini adalah pelukan hangat dari para sahabat dan kerabat. Ini bentuk dukungan moril dan materiel untuk meringankan perjuangan Melly dan keluarga. Inisiatif ini lahir murni dari rasa persaudaraan,” ungkapnya.
Sementara Grace dan Gretty Tielman dari Tielman Sisters turut menyampaikan doa bagi Melly.“Bu Melly adalah sahabat kita semua. Selayaknya sesama seniman Sulut, sudah seharusnya ada malam solidaritas untuk berbagi kasih. Semoga Bu Melly cepat sembuh dan kembali berkumpul bersama kita,” tutur keduanya.(fgn)

Editor : Foggen Bolung
#Minahasa #kawanua