Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Aroma Kepentingan! Pelantikan 9 BPC HIPMI Sulut Dipertanyakan, Karateker Dituding Hancurkan Nama Besar HIPMI Di Akhir Masa Kepemimpinan Ketum AHB

Tanya Rompas • Senin, 8 Desember 2025 | 17:24 WIB
HIPMI Sulut
HIPMI Sulut

MANADOPOST.ID– Pelantikan sembilan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tingkat kabupaten/kota di Sulawesi Utara menjadi sorotan publik dan internal organisasi.

Pelantikan yang dipimpin Sekretaris Karateker BPD HIPMI Sulut, Resky Wirmandi Minggu (30/11/2025) di Ruangan C.J. Rantung, Kantor Gubernur Sulut, memunculkan kritik tajam.

Proses Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) disebut berlangsung “kilat” dan dinilai tidak sesuai prosedur organisasi.

Adapun sembilan BPC yang dilantik ialah: Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro

Sejumlah pihak internal menilai Muscablub HIPMI Sulut dilakukan secepat kilat demi mengakomodasi kepentingan satu calon ketua umum di tingkat daerah.

"Proses super cepat tersebut disebut mencoreng marwah organisasi, apalagi dilakukan menjelang berakhirnya masa jabatan Ketua Umum HIPMI Pusat, Akbar Himawan Buchari (AHB),"

Lebih jauh, kritik mengarah pada karateker BPD HIPMI Sulut yang dinilai telah melanggar Peraturan Organisasi (PO) HIPMI. Proses Muscablub dinilai dipaksakan tanpa mengindahkan berkomunikasi dengan pemerintah daerah.

Dengan demikian, pelaksanaan Muscablub oleh pihak karateker BPD HIPMI Sulut dianggap bertentangan dengan keputusan resmi organisasi.

“Saya menolak tentang adanya muscablub tersebut, yang pertama kami sebagai pengurus tidak ada yang dikonfirmasi, yang kedua Ini hanya akan merusak nama besar HIPMI.” kata Karen Senduk Ketua Umum BPC HIPMI Tomohon yang keberatan atas proses tersebut.

"Kami sangat menyayangkan atas adanya kegiatan muscablub tersebut, padahal kami beberap bulan yang lalu telah dilantik oleh ketua umum bpd hipmi sulut dan disaksikan oleh Ketua DPRD Minahasa." Kata Liony Mongi selaku Ketua Umum HIPMI Minahasa

"Saya merasa bahwa muscablub tersebut hanya demi kepentingan salah satu calon untuk maju sebagai ketua bpd himpi sulut, kami tidak diberitahu tentang adanya muscablub ini, tiba-tiba sudah ada pelantikan. Ada apa dengan Karetaker Hipmi Sulut?" Kata Charles Takalamingan selaku ketua hipmi sangihe

"Ini yang dinamakan sebagai muscablub kilat, muscab & pelantikan hanya dilaksanakan 2 jam dan 1 tempat yang sama. Saya selaku ketua hipmi minut sangat menyayangkan sika dari caretaker bpd hipmi sulut yang hanya mementingkan salah satu calon." Kata ketua umum hipmi minahasa utara

Situasi ini juga menciptakan kesan negatif di penghujung masa kepemimpinan Ketum HIPMI Akbar Himawan Buchari. Konflik prosedural di Sulut dipandang mencoreng upaya konsolidasi organisasi secara nasional.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari BPD HIPMI Sulut terkait kritik tersebut. Namun, sejumlah pengurus dan kader berharap agar proses regenerasi di HIPMI Sulawesi Utara tetap mengedepankan aturan organisasi, transparansi, dan semangat kebersamaan yang menjadi nilai dasar HIPMI.

Editor : Tanya Rompas
#HIPMI Sulut