MANADOPOST.ID—Gagasan bahwa teknologi digital harus berpihak pada kemaslahatan semua orang menjadi benang merah dalam peluncuran buku Politik Digital karya Sumenge Tangkawarouw Godion Kaunang (Odi), yang akan digelar dalam diskusi akhir tahun bertema “Hope and Mind of a New Digital World” di Toko Buku Gramedia Manado, 30 Desember 2025.
Melalui buku ini, Odi mengajak pembaca melihat dunia digital bukan semata sebagai ruang teknologi, tetapi sebagai ruang politik dan kebijakan yang menentukan arah keadilan sosial. Menurutnya, teknologi digital dan politik memiliki titik temu yang sama, yakni tanggung jawab terhadap kepentingan publik.
“Teknologi digital itu pada hakikatnya adalah tentang kemaslahatan semua orang, dan politik seharusnya juga demikian. Jadi seyogyanya politik digital itu harus bisa untuk semua orang,” ujar Odi.
Ia menjelaskan, ide penulisan buku Politik Digital berangkat dari diskusi di salah satu media televisi di Manado sekitar tahun 2023–2024, ketika isu politik digital mulai banyak dibicarakan. Dari diskusi tersebut, muncul kegelisahan bahwa perkembangan teknologi sering kali tidak diiringi dengan keberpihakan yang jelas terhadap kepentingan masyarakat luas.
Odi menilai, jika teknologi dikembangkan untuk semua orang, maka akses terhadapnya, termasuk akses internet, tidak seharusnya dibatasi. Prinsip kemaslahatan tersebut, kata dia, semestinya tergambar dalam kebijakan-kebijakan pemerintahan, terutama dalam pengelolaan dan pembangunan ekosistem digital.
Melalui bukunya, Odi berharap pembaca dapat menavigasi perjalanan di dunia digital secara bersama-sama. “Navigasinya adalah ketika kita berpihak pada kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan. Jangan sampai ada pembangunan sumber daya versi berbeda. Kebenaran dan keadilan harus menjadi navigasi bersama dalam penggunaan teknologi digital,” katanya.
Diskusi akhir tahun ini menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya akademisi Valentino Lumowa, PhD, Rektor ITTS Ir Onno W. Purbo, PhD, Ps Revy Tanod, Pdt Agustin Kapahang-Kaunang, Rocky Gerung, dr Dolly Kaunang, dan Dr Denni Pinontoan.
Para narasumber ini datang dari berbagai sektor, mulai pendidikan, perempuan, keagamaan, hingga sektor budaya. Para narasumber akan membahas tema Hope and Mind of a New Digital World secara lebih luas, sekaligus menautkannya dengan gagasan-gagasan yang diangkat dalam buku Politik Digital.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana harapan dan cara berpikir baru dapat dibangun di tengah dunia digital yang terus berkembang, termasuk dalam menyikapi isu perdamaian, kemiskinan, dan keadilan sosial.
Odi Kaunang sendiri dikenal aktif di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui Yayasan Onsay. Saat ini ia mengemban tugas sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, serta menggawangi Radio Digital Manado dan Rumah Produksi Studio e-Learning.
Latar belakang pendidikannya mencakup Diploma Elektro di Universitas Sam Ratulangi, studi sarjana di ITS Surabaya, magister di ITB Bandung, hingga doktor di bidang Computer Science and Electrical Engineering dari Kumamoto University, Jepang.
Selain peluncuran buku Politik Digital, diskusi akhir tahun ini juga dirangkaikan dengan peluncuran buku Jembatan Perubahan Hidup Sehat: Jantung Kuat – Hidup Bermakna, Dari Ciracas untuk Indonesia karya Kundap Onsay Maghohunoy Kaunang yang diedit oleh dr. Dolly Kaunang. Buku tersebut menjadi pelengkap diskusi dengan menyoroti pentingnya perubahan gaya hidup sehat sebagai bagian dari kualitas hidup masyarakat.(fgn)