Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Di Sulut, Menag Dorong Moderasi Beragama Lintas Iman

Angel Rumeen • Sabtu, 27 Desember 2025 | 20:23 WIB

Rangkaian kunjungan Menteri Agama di Sulawesi Utara jelang Natal dan ikut menghadiri ibadah perayaan Natal umat Kristiani.
Rangkaian kunjungan Menteri Agama di Sulawesi Utara jelang Natal dan ikut menghadiri ibadah perayaan Natal umat Kristiani.

MANADOPOST.ID—Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, melakukan kunjungan kerja ke Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 24–25 Desember 2025.
Kunjungan ini menjadi bagian penting dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama, meningkatkan tata kelola kelembagaan keagamaan, serta menjaga kerukunan umat beragama, khususnya pada momentum perayaan Natal 2025.

Agenda kunjungan kerja Menteri Agama diawali di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado dengan peluncuran Kampus Moderasi Beragama. Program ini melibatkan IAIN Manado dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado yang berlokasi di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Peluncuran tersebut menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam menjadikan perguruan tinggi keagamaan sebagai pusat penguatan nilai toleransi, dialog lintas iman, dan persaudaraan kebangsaan.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menandatangani prasasti Kampus Moderasi Beragama, meresmikan sejumlah aset Kementerian Agama yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan pembiayaan lainnya, serta menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) Kampus Moderasi Beragama bagi IAIN dan IAKN Manado.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat kepastian hukum aset negara sekaligus menunjang pengembangan pendidikan keagamaan yang inklusif.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan kearifan lokal, Menteri Agama juga menerima Gelar Adat Mongondow. Penganugerahan gelar adat tersebut mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan, toleransi, dan keharmonisan yang telah lama hidup di tengah masyarakat Sulawesi Utara.

Pada sore harinya, Menteri Agama menghadiri Dialog Lintas Agama bersama tokoh organisasi kemasyarakatan dan pimpinan lembaga keagamaan. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulut, IAIN Manado, dan IAKN Manado.
Dalam dialog tersebut, ditekankan pentingnya sinergi lintas iman serta peran ASN Kementerian Agama sebagai motor penggerak moderasi beragama dan pelayanan publik yang adil serta inklusif.

Masih di hari yang sama, Menteri Agama menyapa umat Katolik yang mengikuti Perayaan Malam Natal di Gereja Katedral Hati Tersuci Maria Manado.
Ia bersilaturahmi dengan Uskup Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC. Kehadiran Menteri Agama dalam perayaan Natal tersebut dinilai sebagai wujud nyata kehadiran negara yang melayani seluruh umat beragama secara setara dan penuh penghormatan.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Kamis (25/12) dengan kuliah subuh dan silaturahmi di Masjid Awwal Fathul Mubien, Kampung Islam, Kota Manado.
Setelah itu, Menteri Agama mengunjungi Gereja GMIM Sentrum Manado dan bertemu Ketua BPMJ, Pdt. Florens Monigor Laoh, dan juga diterima Ketua BPMS GMIM Adolf Wenas, sebagai simbol penguatan kebersamaan dan persaudaraan lintas iman di Sulawesi Utara.

Kunjungan kerja Menteri Agama ditutup dengan jamuan makan siang di Rumah Dinas Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, sebelum Menteri Agama dan rombongan kembali ke Jakarta.(gel)

Editor : Angel Rumeen