MANADOPOST.ID—Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado resmi memulai langkah konkret pengiriman perawat ke Jerman. Itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Hanseatic Connect Indonesia, Senin sore (29/12), di Kampus A Poltekkes Kemenkes Manado.
PKS diteken Pelaksana Tugas Direktur Poltekkes Kemenkes Manado, Sandra G.J. Tombokan, SSiT, S.Pd., M.Kes, bersama Direktur Hanseatic Connect Indonesia, Ayub Junus. Kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi lulusan dan alumni Poltekkes Manado untuk meniti karier sebagai perawat (Ners) di Jerman.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pelatihan bahasa Jerman, persiapan uji kompetensi, hingga proses rekrutmen dan penempatan kerja. Targetnya jelas: memastikan lulusan tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara profesional dan mampu memenuhi standar sistem kesehatan Jerman.
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Hanseatic Connect Indonesia dan Kementerian Kesehatan RI yang ditandatangani di Jakarta pada 15 Desember 2025. MoU tersebut menjadi payung nasional dalam program penyiapan tenaga kesehatan Indonesia untuk bekerja di luar negeri, khususnya Jerman, sekaligus memberi mandat kepada Hanseatic Connect untuk bermitra dengan seluruh Poltekkes di bawah Kemenkes RI yang berjumlah 38 institusi.
Saat ini, Hanseatic Connect telah mengoperasikan pusat pelatihan bahasa dan perekrutan perawat di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali. Menyusul kerja sama dengan Poltekkes Manado, perusahaan ini juga berencana membuka kantor operasional di Manado guna memperluas akses pelatihan dan mendekatkan layanan bagi calon peserta di Sulawesi Utara.
Program ini sejalan dengan target Kementerian Kesehatan RI yang menyiapkan pengiriman 1.000 perawat Indonesia ke Jerman pada 2026. Poltekkes Kemenkes Manado dipilih sebagai mitra awal sebagai bentuk komitmen daerah, sekaligus karena latar belakang manajemen Hanseatic Connect yang sebagian besar berasal dari Sulawesi Utara.
“Kami ingin lulusan Poltekkes Manado menjadi contoh keberhasilan tenaga kesehatan Indonesia di Jerman. Karakter dan kompetensinya sangat kompetitif,” kata Ayub Junus.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya membuka peluang kerja internasional bagi lulusan, tetapi juga menempatkan Sulawesi Utara sebagai salah satu simpul penting pengembangan sumber daya manusia kesehatan Indonesia yang siap bersaing di level global.(fgn)
Editor : Foggen Bolung