Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sulut Dukung Program Presiden Prabowo Subianto Soal Swasembada Pangan, Wagub Panen Bersama Petani di Tomohon

Angel Rumeen • Senin, 12 Januari 2026 | 21:37 WIB

 

Panen padi bersama para petani di Kelurahan Taratara, Kota Tomohon, dihadiri Wagub Victor Mailangkay, pekan lalu.
Panen padi bersama para petani di Kelurahan Taratara, Kota Tomohon, dihadiri Wagub Victor Mailangkay, pekan lalu.

MANADOPOST.ID—Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay turun langsung ke sawah dan mengikuti panen padi bersama para petani di Kelurahan Taratara, Kota Tomohon, pekan lalu.

Kegiatan ini dilakukan mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah provinsi terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Wagub menyatu dengan aktivitas petani yang sejak pagi bekerja seperti biasa. Panen berlangsung sederhana, mencerminkan keseharian petani yang selama ini menjadi penopang utama ketersediaan pangan, namun kerap luput dari sorotan.

Dalam kesempatan itu, Mailangkay mengungkapkan rasa hormat dan apresiasi mendalam kepada para petani Taratara. Ia menilai panen padi bukan sekadar hasil akhir, melainkan buah dari kesabaran panjang, ketekunan, serta keberanian petani dalam menghadapi tantangan cuaca dan ketidakpastian hasil.

“Saya melihat langsung bagaimana kerja keras para petani. Panen hari ini bukan proses singkat, tapi hasil dari kesabaran dan ketekunan yang sering kali tidak kita perhatikan,” ujar Victor Mailangkay di sela-sela kegiatan panen.

Usai panen, Wakil Gubernur Sulut bersama jajaran pemerintah daerah dan perwakilan petani mengikuti pengumuman swasembada pangan secara daring yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Momen tersebut menjadi refleksi tersendiri bagi Victor Mailangkay tentang makna swasembada pangan yang sering dibicarakan di level kebijakan, namun kerap melupakan aktor utamanya.

Menurutnya, swasembada pangan tidak semata diukur dari besar kecilnya target produksi nasional atau daerah. Lebih dari itu, swasembada harus dimulai dari upaya memastikan petani tetap memiliki alasan dan semangat untuk bertahan mengolah sawahnya.

“Sering kita bicara soal pangan, tetapi lupa melihat siapa yang menjaganya sejak awal. Selama sawah masih digarap dan petani masih mau bekerja, harapan ketahanan pangan itu tetap ada,” tegasnya.

Pemerintah punya peran dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian, mulai dari perlindungan lahan pertanian, ketersediaan sarana produksi, hingga kepastian hasil dan kesejahteraan petani.(gel)

 

Editor : Angel Rumeen