MANADOPOST.ID- Juru Bicara PDI Perjuangan, Aryo Seno Baskoro mengaku bahwa Kota Manado menyimpan berbagai keindahan alam dan keindahan kebudayaan yang luar biasa.
Hal itu disampaikannya di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rekernas) sekaligus HUT PDIP ke 53 yang digelar 10-12 Januari di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta.
"Sejarah panjang ada di Manado. Termasuk sejarah bonding PDI Perjuangan dengan Manado dan Sulawesi Utara.
Oleh karena itu, di Rakernas 2026 ini, sekaligus HUT Partai ke-53 tahun, kita akan membahas berbagai persoalan-persoalan yang menyangkut masa depan kita semua.
Yakni soal anak-anak muda, soal menjaga alam kita, soal termasuk memitigasi bencana alam, yang hari ini menjadi concern semuanya, termasuk Generasi Z dan Milenial," ujarnya.
Politisi muda asal Surabaya ini juga menyampaikan bahwa semua yang dibahas dalam Rakernas tersebut adalah bagaimana alam harus dijaga dari eksploitasi-eksploitasi yang berlebihan.
"Kemudian bagaimana kita harus menyiapkan diri karena hidup di kawasan Ring of Fire, sehingga bencana adalah suatu kebiasaan, suatu hal yang menjadi bagian dari kehidupan kita.
Maka kita harus menyiapkan diri sebaik mungkin agar dapat menghadapi itu dengan sesiap-siapnya, kapan pun itu terjadi dan di mana pun," terangnya.
Oleh karena itu, lanjut Jubir TPN Ganjar-Mahfud itu, Rakernas dan HUT kali ini menyimpan suatu pesan ideologis yang jelas, yaitu 'Di sanalah aku berdiri, selama-lamanya.'
Tidak hanya untuk satu daerah, tidak hanya untuk satu golongan, satu kelompok, tapi untuk semuanya.
"One for all, all for one. Termasuk untuk anak-anak muda di Manado. Maka kita berharap doa teman-teman semuanya di Manado untuk usia baru partai, 53 tahun usia yang panjang.
Semoga kita bisa berjuang terus bersama-sama dan mencapai realitas-realitas yang diidealkan oleh anak-anak muda melalui medan perjuangan di partai politik," kuncinya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas