MANADOPOST.ID- Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) menunjukkan kepedulian terhadap korban banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Bea Cukai Bitung dan Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Pantoloan.
Banjir bandang yang terjadi akibat hujan deras pada Senin, 5 Januari 2026, berdampak pada empat kecamatan, yakni Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Berdasarkan data hingga Kamis, 8 Januari 2026, bencana tersebut mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, dua orang hilang, 22 orang luka-luka, serta memaksa 682 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan komitmen kemanusiaan, Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam melakukan pengumpulan dan pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak. Kegiatan pengumpulan bantuan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE.
Bantuan yang disalurkan mencakup bahan pangan, sandang, perlengkapan kebersihan, serta peralatan rumah tangga guna memenuhi kebutuhan dasar para korban banjir bandang.
Untuk memastikan bantuan dapat tiba dengan cepat dan tepat sasaran, Bea Cukai menurunkan Kapal Patroli BC 60002 yang diberangkatkan dari Pelabuhan Bitung menuju lokasi bencana. Kapal patroli tersebut digunakan untuk mendukung mobilisasi logistik dan menjangkau wilayah terdampak yang memiliki keterbatasan akses.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam penanganan bencana.
“Saya ingin menegaskan bahwa kami memiliki komitmen yang tak tergoyahkan untuk selalu hadir berdampingan dengan saudara-saudara kita di daerah terdampak, dan akan terus berusaha meringankan beban hingga kondisi benar-benar pulih,” tegasnya, Senin (12/1/2026).
Sementara Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Erwin Situmorang menyampaikan, penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran Bea Cukai di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai institusi pengawasan dan pelayanan, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas lokal.
“Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari bukti kehadiran kami sebagai bagian dari masyarakat lokal di wilayah kerja kami. Semoga bantuan ini dimanfaatkan secara maksimal untuk meringankan permasalahan yang dihadapi para korban bencana,” ujar Situmorang.(***)
Editor : Tanya Rompas