MANADOPOST.ID—Gedung Mutiara STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1), berubah menjadi rumah besar orang Tonsea. Sekira 800 warga dari 55 perkumpulan Watasi di Jabodetabek tumpah ruah dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Paimpuluan Ne Tonsea (PNT). Suasananya hangat, penuh tawa, dan benar-benar ‘Manyala Tonseaku!’.
Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Angelica Tengker dalam sambutannya mengingatkan bahwa Tonsea adalah bagian tak terpisahkan dari rumah besar Walewangko, keluarga besar Kawanua. Ia mengajak warga menjaga nilai persatuan dengan semangat Esa Lalan Esa Toroan (satu jalan, satu tujuan ), terutama sebagai komunitas perantau yang hidup di tengah keberagaman Jakarta.
Pesan serupa disampaikan Dewan Pembina PNT Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Menurut dia, budaya tidak boleh berhenti sebagai simbol masa lalu, tetapi harus hidup sebagai perekat sosial. “Orang Tonsea di perantauan harus menjadi duta budaya, membawa nilai Minawerot ke dalam bingkai besar Keindonesiaan,” ujarnya.
Nuansa budaya terasa kuat sejak awal acara. Duo MC Lodewyk Ticoalu dan Devie Tirayoh memandu jalannya kegiatan dengan cair di bawah arahan Director of Ceremony Vino Pangkey. Panggung semakin hidup lewat penampilan Kabasaran Sumighi dari Sanggar Matungkas binaan Michael Alexander Kambey, yang disambut tepuk tangan panjang para tamu.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Mayjen TNI Izak Pangemanan, Marsda TNI Dr Jorry S Koloay, Dr Winston Tommy Watuliu, serta Linda Lubis Sundah dan Poppy Suhandinata Tumengkol. Suasana makin lengkap dengan penampilan Conny Constantia yang membawa nostalgia, serta tiga juara Tonsea Idol: Vincenza Gabriel Samantha, Lifia Greacela Pattyreuw, dan Jeanet Wulan Maria Manua.
Tak hanya suguhan panggung, panitia juga menghadirkan kuliner khas Minawerot Tonsea yang langsung mengobati rindu kampung halaman. Ditambah cuaca yang bersahabat, perayaan ini terasa bukan sekadar ibadah dan seremoni, tetapi juga temu kangen warga Tonsea lintas generasi.
Ketua Panitia Noldy Sumakto bersama Ketua Umum PNT Brigjen Pol Christ R Pusung, S.I.K., M.Han., M.H., menyampaikan apresiasi atas soliditas warga. “Tagline Manyala Tonseaku! bukan sekadar slogan. Ini energi kolektif dari, oleh, dan untuk orang Tonsea,” kata Christ Pusung.
Natal dan Tahun Baru kali ini pun menjadi penegasan: sejauh apa pun orang Tonsea melangkah di perantauan, identitas, persaudaraan, dan semangat Minawerot tetap menyala.(fgn) Editor : Foggen Bolung