Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

SK Pengurus Diteken, KTNA Sulut Bangkit Kembali Usai Vakum Tiga Tahun, Pelantikan Tunggu Petunjuk Gubernur

Jendry Dahar • Rabu, 28 Januari 2026 | 16:31 WIB

 

 

 

 

Photo
Photo

 

 

MANADOPOST.ID—Setelah vakum hampir tiga tahun, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulawesi Utara (Sulut) resmi bangkit kembali. Kepastian tersebut ditandai dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Pengurus KTNA Nasional Nomor 043/SKEP/KTNA-Nas/I/2026, tentang Susunan Pengurus KTNA Provinsi Sulawesi Utara Masa Bakti 2026–2031, tertanggal 26 Januari 2026.

 

Dengan terbitnya SK tersebut, kepengurusan KTNA Sulut kini sah secara organisatoris dan siap kembali menjalankan peran strategis sebagai wadah perjuangan petani dan nelayan di Bumi Nyiur Melambai.

 

Ketua KTNA Sulut, Arly Dondokambey, menyampaikan, agenda pelantikan pengurus saat ini tengah dikoordinasikan dengan Gubernur Sulawesi Utara selaku pembina utama KTNA di daerah.

 

“Setelah SK ini diterbitkan, kami langsung mendapat arahan dari pengurus pusat untuk mempersiapkan pelantikan. Jadwalnya sedang kami koordinasikan dengan Pak Gubernur Yulius Selvanus,” ujar Arly.

 

Ia menegaskan, SK tersebut sekaligus menjadi pengesahan resmi atas seluruh rangkaian proses organisasi yang telah dilalui, khususnya Rembug Paripurna KTNA Sulut yang digelar di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, pada 29 Desember 2025.

 

“SK ini secara otomatis mengukuhkan bahwa hasil kerja panitia serta keputusan Rembug Paripurna telah berjalan sesuai mekanisme dan prosedur organisasi. Pengurus pusat juga menyampaikan apresiasi atas kerja seluruh panitia,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Arly menjelaskan susunan kepengurusan KTNA Sulut periode 2026–2031 disusun secara inklusif dengan melibatkan seluruh unsur di tubuh KTNA, sekaligus merepresentasikan keterwakilan kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara.

 

“Formasi kepengurusan yang ada saat ini telah dikoordinasikan dengan pengurus pusat, para sesepuh KTNA, serta pemerintah sebagai mitra strategis. Karena itu, kami memastikan seluruh pengurus yang masuk adalah figur yang kapabel dan memiliki kemampuan,” terangnya.

 

Ia optimistis, dengan legitimasi organisasi yang telah lengkap dan struktur kepengurusan yang solid, KTNA Sulut akan kembali produktif dan berperan aktif dalam mengawal kepentingan petani dan nelayan.

 

Kebangkitan KTNA Sulut diawali pelaksanaan Forum Rembug Paripurna KTNA Sulut yang digelar di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur. Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Arly Dondokambey terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KTNA Sulut, menggantikan Sammy Karokaro.

 

Arly terpilih setelah mayoritas pemilik suara yang hadir menyatakan dukungan penuh kepadanya. Proses pemilihan berlangsung dengan menjunjung tinggi prinsip musyawarah mufakat, yang menjadi roh utama organisasi KTNA. Meski sempat diwarnai dinamika perbedaan pandangan, seluruh peserta akhirnya mencapai kesepakatan bersama.

 

Rembug Paripurna tersebut dihadiri delegasi resmi KTNA kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara. Hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal I KTNA Nasional, Sulharman Djusman, sebagai bentuk dukungan dan perhatian pengurus pusat terhadap konsolidasi KTNA di daerah.

 

Dalam sambutannya, Sulharman menegaskan bahwa kepengurusan KTNA ke depan dituntut mampu menjawab tantangan sektor pertanian dan perikanan yang semakin kompleks.

 

“Pemilihan ketua dan pengurus ini bukan sekadar pergantian figur, tetapi juga penyegaran semangat organisasi. Ketua terpilih memikul tanggung jawab besar untuk menjembatani kepentingan petani dan nelayan Sulawesi Utara hingga ke tingkat nasional,” tegasnya.

 

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Arly menegaskan kepengurusan KTNA Sulut akan berjalan seirama dengan visi pembangunan pemerintah pusat dan daerah.

 

“Fokus kami adalah mendukung visi pembangunan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta bersinergi dengan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas dukungan penuh, termasuk penyediaan fasilitas Kantor Gubernur sebagai lokasi pelaksanaan Rembug Paripurna.

 

Ke depan, KTNA Sulut berkomitmen untuk segera bekerja menjawab persoalan riil yang dihadapi petani dan nelayan, mulai dari penguatan distribusi pupuk, akses permodalan, penguatan kelembagaan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

 

“KTNA harus menjadi rumah besar perjuangan petani dan nelayan. Tempat aspirasi diperjuangkan dan kesejahteraan diwujudkan bersama,” pungkas Arly. (jen)

 

Editor : Angel Rumeen