Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Hadiri HUT Sangihe, Wagub Victor Mailangkay Akui Tulude Warisan Budaya yang Sarat Nilai Religius

Angel Rumeen • Minggu, 1 Februari 2026 | 21:10 WIB

 

Photo
Photo

MANADOPOST.ID—Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus, menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe yang dirangkaikan dengan Upacara Adat Tulude Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Papanuhung Santiago dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, serta masyarakat Sangihe dari berbagai lapisan.

Dalam suasana yang sederhana namun sarat makna, Mailangkay menyampaikan kekagumannya terhadap perayaan adat Tulude yang tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga cerminan jati diri masyarakat kepulauan.

Nuansa alam, bunyi alat musik bambu, serta keramahan masyarakat setempat menghadirkan kesan mendalam bagi rombongan pemerintah provinsi.

Wagub tampak mengenakan busana adat Laku Tepu saat mengikuti rangkaian acara. Ia menegaskan penggunaan pakaian adat tersebut bukan dimaknai sebagai simbol jabatan, melainkan sebagai pengingat bahwa setiap pemimpin adalah bagian dari sejarah panjang dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.

“Laku Tepu adalah pengingat bahwa kita semua merupakan bagian dari cerita yang lebih panjang dari diri kita sendiri. Adat dan budaya inilah yang menjaga kita tetap berakar,” ungkapnya.

Saat prosesi adat Tulude berlangsung, perhatian wagub tertuju pada keterlibatan lintas generasi, mulai dari para tetua adat, kaum ibu, hingga anak-anak yang ikut menari dan menyanyikan lagu-lagu tradisional.

Ia menilai momen tersebut mencerminkan kekuatan masyarakat Sangihe yang tenang, tegar, dan berakar kuat pada nilai kebersamaan.

Menurutnya, usia 601 tahun Kabupaten Kepulauan Sangihe bukan sekadar angka seremonial. Lebih dari itu, angka tersebut merupakan simbol akumulasi doa, kerja keras, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi fondasi kehidupan masyarakat hingga saat ini.

“Enam ratus satu tahun adalah perjalanan panjang yang diisi dengan pengabdian, pengorbanan, dan kebijaksanaan. Ini patut disyukuri, bukan hanya dirayakan,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga menyampaikan pesan reflektif kepada masyarakat agar terus mensyukuri setiap berkat, menjaga adat sebagai jangkar identitas, serta meneruskan semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Sangihe dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ia menyebut gotong royong sebagai nilai hidup yang membuat masyarakat kepulauan tetap mandiri, tangguh, dan penuh harapan, meski berada di wilayah yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, serta seluruh masyarakat Sangihe atas sambutan hangat dan pelajaran hidup yang diberikan melalui perayaan adat tersebut.

Sebelumnya, Wagub Mailangkay mengikuti ibadah bersama umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Tahuna II.

Usai ibadah, Wagub Mailangkay melanjutkan agenda dengan menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe yang dirangkaikan dengan Upacara Adat Tulude Tahun 2026.

Rangkaian upacara adat Tulude diwarnai dengan berbagai pertunjukan budaya, seperti tarian tradisional, Masamper, Musik Bambu, serta Empat Wayer yang menggambarkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Suasana perayaan dipenuhi nuansa sukacita dan rasa syukur, mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Perayaan HUT ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe yang dirangkaikan dengan Tulude Tahun 2026 ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya dan iman dapat berjalan seiring, memperkuat jati diri daerah serta menjadi fondasi pembangunan yang berkelanjutan di Sulawesi Utara.(gel)

Editor : Angel Rumeen