MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, sehat, dan indah melalui Gerakan Indonesia Asri.
Program nasional ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh kepala daerah, sebagaimana disampaikan dalam Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Gerakan Indonesia Asri mengusung semangat Aman, Sehat, Resik, dan Indah, yang diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.
Pemerintah Provinsi Sulut mengajak seluruh elemen masyarakat, aparatur sipil negara, hingga pemerintah kabupaten dan kota untuk aktif membersihkan lingkungan secara rutin dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Gerakan Indonesia Asri menitikberatkan pada pembersihan lingkungan dari berbagai persoalan yang selama ini mengganggu ketertiban dan estetika ruang publik. Di antaranya adalah penanganan sampah, penertiban baliho, iklan, dan poster yang tidak pada tempatnya, serta penataan kabel semrawut yang kerap merusak keindahan kota dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Pemprov Sulut menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam kerja bakti rutin setiap minggu. Melalui kerja bakti tersebut, diharapkan tercipta budaya gotong royong sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan.
Gerakan Indonesia Asri juga memiliki tujuan strategis yang lebih luas, yakni mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan aman di seluruh Indonesia, sekaligus meningkatkan daya tarik ruang publik dan sektor pariwisata. Lingkungan yang tertata dengan baik diyakini akan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat serta memperkuat citra daerah di mata wisatawan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melihat gerakan ini sebagai bagian dari upaya membangun daerah secara berkelanjutan. Lingkungan yang bersih dan tertib tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pariwisata.(gel)
Editor : Angel Rumeen