Di bawah kepemimpinan Dirut Prof Dr. dr. Starry Rampengan SpJP(K) FIHA MARS, manajemen memastikan budaya kerja yang profesional, beretika, dan saling menghormati benar-benar diterapkan dalam setiap lini pelayanan.
Sebagai bentuk konkret, Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan dan Penelitian (SPP) melakukan kegiatan telusur ke sejumlah ruang pelayanan, Jumat (27/02/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian, dr Yune Laukati MARS.
Telusur dilakukan dengan menyambangi beberapa unit pelayanan dan Kelompok Staf Medis (KSM), yakni KSM Neurologi, KSM Mata, Poli Saraf, Poli Mata, serta Instalasi Radiologi. Fokus utama kegiatan ini adalah pembinaan peserta didik, terutama dalam upaya pencegahan serta edukasi terkait praktik perundungan di lingkungan rumah sakit pendidikan.
Dalam arahannya kepada dokter residen, coass, dan seluruh peserta didik, dr Yune menegaskan pentingnya keberanian untuk melapor apabila menemukan atau mengalami tindakan perundungan. “Praktik perundungan tidak bisa ditolerir di RS Kandou,” ujar dr Yune.
“Jika ada intimidasi, baik dari senior kepada junior maupun sebaliknya, segera laporkan ke manajemen atau melalui link pengaduan yang telah disediakan,” tambahnya.
Tak hanya soal intimidasi, ia juga mengingatkan agar tidak ada pungutan atau tagihan dalam bentuk apa pun di luar ketentuan yang berlaku. Pengumpulan uang untuk senior maupun DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) tidak diperbolehkan.
“Kami tidak akan mentolerir siapa pun yang terlibat dalam praktik perundungan dan akan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tutupnya.
Langkah ini menegaskan bahwa RS Kandou berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan klinik yang aman, bebas dari tekanan maupun praktik tidak etis, demi menjaga profesionalisme serta mutu pelayanan kesehatan.(***)
Editor : Tanya Rompas