Komitmen tersebut kembali terlihat saat Dirut memimpin langsung kegiatan telusur pelayanan, Senin (2/3), dengan pendekatan evaluasi berbasis aksi cepat dan eksekusi di tempat.
Didampingi Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian dr Yune Laukati MARS, serta Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Wega Sukanto SpBTKV(K), telusur kali ini tidak sekadar inspeksi rutin. Fokus utamanya adalah memastikan setiap temuan sebelumnya benar-benar ditindaklanjuti sesuai regulasi, sekaligus membangun pola kerja yang lebih disiplin, responsif, dan terukur.
Transformasi tersebut terlihat dari cara manajemen bekerja di lapangan. Setiap unit yang dikunjungi tidak hanya diminta melaporkan progres, tetapi langsung dilakukan evaluasi bersama penanggung jawab di tempat. Para pejabat dan kepala unit dihadirkan saat telusur berlangsung agar solusi dapat diputuskan tanpa menunda waktu.
Sejumlah unit strategis menjadi titik perhatian, mulai dari Radiologi, Registrasi Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), hingga ruang perawatan Irina F Bawah dan Irina C.
Di Instalasi Radiologi, pembenahan diarahkan pada kesiapan menuju RSPPU (Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama), termasuk penguatan sarana dan perbaikan alur layanan. Di Registrasi Rawat Jalan, stabilitas jaringan dan sistem antrean menjadi prioritas guna menjaga waktu tunggu pasien tetap terkendali.
Sementara itu, Instalasi SIRS mendapat perhatian khusus sebagai fondasi sistem informasi pelayanan. Keandalan jaringan dan server dipastikan optimal agar tidak mengganggu proses pelayanan medis.
Di IGD, evaluasi dilakukan pada alur penanganan pasien emergensi agar tetap cepat dan terkoordinasi. Disiplin tenaga medis juga menjadi bagian dari transformasi budaya kerja, termasuk pengecekan fasilitas fingerprint bagi dokter DPJP serta kepastian waktu visite sesuai ketentuan.
Budaya kerja yang dibangun tidak lagi berbasis laporan administratif semata, melainkan berbasis pengawasan langsung dan pemantauan progres yang berkelanjutan. Setiap temuan harus memiliki tindak lanjut yang jelas dan terukur.
"Tidak ada satu pun temuan yang tidak dieksekusi. Semua dipantau progresnya dan ditindaklanjuti sesuai regulasi," tegas Prof Starry Rampengan.(***)
Editor : Tanya Rompas