Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jejak Karir Cemerlang Brigjen Frans Dicky Tamara: Dari Perwira Ahli Pengelolaan Keuangan Pertahanan Negara Hingga Komisaris Maskapai Garuda Indonesia

Grand Regar • Senin, 9 Maret 2026 | 22:00 WIB

Frans Dicky Tamara
Frans Dicky Tamara
MANADOPOST.ID-Perjalanan hidup Frans Dicky Tamara menunjukkan bagaimana konsistensi, disiplin militer, dan kompetensi profesional dapat berjalan beriringan dalam sebuah pengabdian panjang kepada negara.

Sosok Frans Dicky Tamara dikenal memiliki keahlian kuat di bidang pengelolaan keuangan pertahanan negara, yang kemudian membawanya dipercaya mengemban berbagai tanggung jawab strategis hingga di dunia korporasi.

Bahkan, figur dengan pengalaman dan integritas seperti Frans Dicky Tamara menjadi bagian dari sosok profesional yang dibutuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan tata kelola dan kemajuan ekonomi Indonesia.

Lahir di Manado, 16 Desember 1966, pria yang kemudian dikenal sebagai Brigadir Jenderal TNI ini menapaki karier dari lingkungan militer hingga birokrasi pertahanan, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Komisaris PT Garuda Indonesia, maskapai nasional kebanggaan Indonesia.

Sejak awal, Frans Dicky Tamara menyiapkan fondasi intelektual yang kokoh. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1987. Ketertarikannya pada aspek hukum dan tata kelola keuangan mendorongnya memperdalam ilmu di bidang hukum perbankan dan keuangan melalui program LLW di Boston University, Morin Center for Banking and Financial Law, pada 1991.

Pada tahun yang sama, ia juga menamatkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi. Kombinasi latar belakang hukum dan ekonomi tersebut kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya di bidang pengelolaan keuangan pertahanan.

Selepas pendidikan, Dicky memilih jalur pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia, khususnya di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Ia resmi diangkat sebagai Letnan Satu Corps Keuangan (Lettu CKU) melalui Keputusan Presiden RI Nomor 05/ABRI/1992 tertanggal 13 Februari 1992. Dari titik inilah perjalanan panjangnya di dunia militer dimulai.

Kariernya berkembang secara bertahap:
Kapten (CKU) pada 1998, Mayor (CKU) pada 2003, Letnan Kolonel (CKU) pada 2010, hingga Kolonel (CKU) pada 2016.

Puncak karier militernya diraih ketika pada 13 April 2023 ia dipromosikan sebagai Perwira Tinggi TNI dengan pangkat Brigadir Jenderal. Sepanjang karier tersebut, Dicky Tamara dikenal sebagai perwira yang banyak berkecimpung dalam pengelolaan dan pengawasan keuangan militer.

Pengabdiannya dimulai sebagai Perwira Pertama di Direktorat Keuangan TNI AD. Ia kemudian lama bertugas di lingkungan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Sejumlah jabatan penting pernah diembannya, antara lain: Papekas Brigif 6 Kostrad, Papekas Konga XIV-F, Papekas Menarmed 2 Kostrad, hingga Pemeriksa Keuangan di Inspektorat Kostrad. Ia juga pernah bertugas di Markas Besar TNI AD sebagai Padanda Program Pengendalian dan Pengawasan Anggaran Spaban I/Ren Staf Operasi TNI AD serta di Pusat Pengendalian Operasi Mabes TNI.

Rangkaian jabatan tersebut memperkuat reputasinya sebagai perwira yang memiliki spesialisasi kuat dalam tata kelola anggaran dan sistem pengawasan keuangan militer.

Pengalaman dan kompetensi tersebut kemudian membawanya berkarier di lingkungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Ia memulai penugasan sebagai Perwira Menengah di Departemen Pertahanan, sebelum kemudian dipercaya menduduki berbagai posisi strategis.

Di antaranya di Biro Perencanaan Setjen Dephan, Biro Umum Setjen Kemhan, Pusat Keuangan Kemhan, hingga Pusat Pelaporan dan Pembinaan Keuangan Pertahanan.

Pada periode 2018–2021, Frans Dicky Tamara menjabat Kepala Bagian Tata Usaha di Pusat Pelaporan dan Pembinaan Keuangan Pertahanan Kemhan. Selanjutnya pada 2021 ia dipercaya menjadi Kepala Bagian Perbekalan dan Pemeliharaan Biro Umum Kemhan.

Kariernya mencapai posisi strategis ketika ditunjuk sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan pada periode 2023–2024.

Tak hanya berkutat di meja birokrasi dan pengelolaan anggaran, Frans Dicky Tamara juga pernah merasakan langsung penugasan internasional. Ia tergabung dalam Satgas Kesehatan Kontingen Garuda XIV-F yang menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam operasi United Nations Transitional Administration for Eastern Slavonia di wilayah Balkan, meliputi Kroasia dan Bosnia dan Herzegovina. Pengalaman tersebut menambah dimensi internasional dalam perjalanan kariernya sebagai prajurit TNI.

Atas dedikasi dan pengabdian panjangnya kepada negara, Brigjen Dicky Tamara menerima berbagai tanda kehormatan negara. Di antaranya Satyalancana Santi Dharma, Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun, Satyalancana Dwidya Sistha, Satyalancana Kesetiaan XVI Tahun, Satyalancana Kesetiaan XXIV Tahun, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, serta Bintang Yudha Dharma Nararya.

Setelah menuntaskan pengabdian militernya, Brigjen TNI (Purn) Frans Dicky Tamara kini dipercaya sebagai Komisaris di Garuda Indonesia.

Penunjukan tersebut dinilai sejalan dengan rekam jejak panjangnya di bidang pengelolaan keuangan, perencanaan strategis, serta sistem pengawasan anggaran di sektor pertahanan negara. Dengan pengalaman lintas institusi militer, birokrasi, hingga korporasi, Frans Dicky Tamara mencerminkan sosok profesional yang membangun karier melalui disiplin, integritas, dan konsistensi pengabdian.

Dari Manado menuju panggung pengabdian nasional, perjalanan Brigjen TNI (Purn) Frans Dicky Tamara menjadi potret bagaimana dedikasi panjang dapat mengantar seseorang menapaki berbagai peran strategis dalam pelayanan kepada negara dan masyarakat. (gnr)

Editor : Grand Regar
#Jejak Karir #Frans dicky tamara #komisaris #Garuda Indonesia