MANADOPOST.ID—Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 terbentuk.
Selasa (17/3) Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pembentukan sekaligus pengangkatan
Penyerahan SK tersebut dilaksanakan di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan bahwa FKDM memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas, keamanan, serta persatuan masyarakat melalui sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan di daerah.
Menurutnya, FKDM merupakan mitra strategis pemerintah karena memiliki jaringan yang dapat menjangkau langsung hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
“FKDM ini lekat dengan badan intelijen dan Kesbangpol dalam rangka kewaspadaan. Tugas pokok dan fungsinya adalah melakukan deteksi dini. Pemerintah justru banyak mendapatkan informasi dari FKDM karena mereka tersebar sampai ke desa-desa,” ujarnya.
Ia menekankan kekuatan FKDM berada pada kemampuan membangun jaringan komunikasi hingga ke tingkat lurah dan kepala desa. Dengan jaringan tersebut, berbagai potensi persoalan di masyarakat dapat diketahui sejak awal sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Networking kalian harus sampai ke tingkat lurah dan kepala desa. Kalian adalah mata dan telinga gubernur untuk menjaga kesatuan daerah,” tegasnya.
Gubernur juga mengingatkan seluruh pengurus FKDM agar berhati-hati dalam bertindak maupun menyampaikan pernyataan di tengah masyarakat. Hal ini karena keberadaan mereka sering kali dipandang sebagai representasi pemerintah provinsi.
“Setiap ucapan harus dijaga, karena bisa saja dianggap sebagai kebijakan gubernur. Ini harus diwaspadai betul,” katanya.
Selain itu, gubernur secara tegas mengingatkan FKDM harus tetap menjaga netralitas dan tidak boleh dimanfaatkan sebagai alat politik dalam bentuk apapun.
“FKDM harus netral. Tidak boleh menjadi organisasi untuk berpolitik. Saya tidak mau itu,” tandasnya.
Ia menggambarkan peran FKDM dalam menjaga stabilitas daerah lebih bersifat preventif atau pencegahan. Menurutnya, potensi masalah harus dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.
“Ketika ada potensi masalah, langsung dicegah. Ibarat api, dipadamkan saat masih kecil sebelum menjadi besar,” jelasnya.
Adapun susunan pengurus FKDM Sulut yang ditetapkan yakni Ketua Stevi Sumampouw, Wakil Ketua sekaligus Ketua Harian Meyvo Rumengan, serta Sekretaris Fiky Fegas Sorongan.
Sementara itu, anggota FKDM Sulut terdiri dari Abdullah Alburi, Jeremia Damongilala, Ferry Liando, serta Raden Anggrynie Setyowati Sugiarto.(gel)
Editor : Angel Rumeen