Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Victor Mailangkay Hadiri Festival Ogoh Ogoh di Bolmong, Apresiasi Kerukunan Umat Jelang Nyepi dan Idulfitri

Angel Rumeen • Rabu, 18 Maret 2026 | 17:17 WIB

 

Photo
Photo

MANADOPOST.ID
—Suasana kebersamaan terasa hangat di Lapangan Desa Mopugad Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, saat masyarakat berkumpul dalam rangka persiapan Festival Ogoh-Ogoh menjelang Hari Raya Nyepi.

Di tengah kemeriahan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus untuk menyaksikan langsung kegiatan budaya yang sarat makna kebersamaan itu.

Victor Mailangkay mengaku merasakan suasana yang berbeda saat berada di tengah masyarakat. Ia melihat bagaimana warga berkumpul, saling menyapa, tersenyum, dan menikmati kebersamaan tanpa memandang perbedaan latar belakang.

 

“Di Lapangan Mopugad Utara sore itu saya melihat langsung bagaimana kebersamaan terasa begitu nyata. Orang-orang berkumpul, saling menyapa, tersenyum, dan tidak melihat perbedaan. Ada rasa hangat yang sederhana tetapi kuat bahwa kita semua adalah satu,” ujar Mailangkay.

 

Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam Festival Ogoh-Ogoh bukan sekadar menyaksikan kegiatan budaya atau tradisi keagamaan umat Hindu. Lebih dari itu, kegiatan tersebut mencerminkan nilai toleransi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Bolaang Mongondow.

 

Ia menyampaikan dirinya hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling dan merasa bangga dapat melihat langsung bagaimana umat Hindu di daerah tersebut tetap menjaga tradisi mereka sambil hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat sekitar.

 

“Saya hadir mewakili Bapak Gubernur Sulawesi Utara dan jujur merasa bangga. Bukan hanya karena Festival Ogoh-Ogoh ini berlangsung meriah, tetapi karena saya melihat langsung bagaimana umat Hindu di Bolaang Mongondow menjaga tradisi mereka sekaligus tetap hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya,” kata Mailangkay.

 

Ia juga menyinggung momen penting yang akan segera datang, yakni perayaan Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, kondisi ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk semakin memperkuat rasa saling menghargai dan menjaga kerukunan.

 

“Dalam waktu dekat kita akan memasuki dua momen besar yang hampir bersamaan, Nyepi dan Idulfitri. Ini bukan sekadar kebetulan, tetapi pengingat bagi kita semua bahwa kita memiliki kesempatan untuk saling menjaga, saling menghargai, dan saling menguatkan,” jelasnya.

 

Mailangkay menilai toleransi yang ia lihat di Bolaang Mongondow bukan sekadar slogan atau kata-kata, melainkan kebiasaan yang hidup dalam keseharian masyarakat. Hal itu terlihat dari bagaimana warga saling mendukung dalam kegiatan keagamaan dan ikut merasakan kebahagiaan satu sama lain.

 

“Yang saya rasakan di Bolmong sederhana. Toleransi itu bukan hanya kata-kata, tetapi kebiasaan. Masyarakat saling mendukung dalam kegiatan keagamaan, saling membantu, dan ikut merasakan kebahagiaan satu sama lain,” tambahnya.(gel)

Editor : Angel Rumeen