MANADOPOST.ID—Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, memanfaatkan kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Selatan dengan menghadiri dialog kepemudaan bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makassar. Kehadirannya disambut antusias oleh para kader yang ingin mendapatkan motivasi langsung dari pemimpin daerah tersebut.
Dalam dialog yang berlangsung penuh keakraban itu, Gubernur Yulius membagikan perjalanan kariernya, mulai dari dunia militer hingga kini mengemban tugas sebagai kepala daerah. Ia menekankan bahwa setiap tahapan kehidupan harus dijalani dengan komitmen dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap bangsa dan negara.
“Di mana pun kita ditempatkan, yang harus dikedepankan adalah semangat untuk mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan negara,” ujar Yulius di hadapan peserta dialog.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah pembangunan nasional. Karena itu, mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda harus mampu mempersiapkan diri sejak dini dengan meningkatkan kualitas dan daya saing.
Dalam kesempatan tersebut, Yulius juga mengutip pemikiran ahli strategi dunia, Sun Tzu, yang menurutnya masih relevan di tengah dinamika global saat ini. Ia menegaskan pentingnya mengenali potensi diri sekaligus memahami tantangan yang dihadapi.
“Mengenal diri sendiri dan memahami situasi adalah kunci untuk memenangkan persaingan. Dengan bekal itu, generasi muda akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di era global,” ungkapnya.
Dialog ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga ruang refleksi bagi para kader GMKI Makassar dalam melihat peran mereka ke depan. Sejumlah peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi terkait tantangan dunia kerja, kepemimpinan, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.
Gubernur Yulius menutup arahannya dengan menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud jika generasi muda mengambil peran aktif sejak sekarang. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga mengasah soft skills, kepemimpinan, dan integritas.
“Anak muda adalah motor penggerak bangsa. Persiapkan diri kalian dengan baik, tingkatkan kompetensi, dan jadilah generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju,” tegasnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh semangat. Para peserta mengaku termotivasi oleh pengalaman serta pesan yang disampaikan Gubernur Sulut tersebut.
Dialog kepemudaan ini menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan mewujudkan cita-cita besar Indonesia di masa depan.
Editor : Angel Rumeen