Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Mesu’Pe HUT Ke-341 Desa Treman, Warga Perantauan dan Tokoh Sulut Hadir

Foggen Bolung • Selasa, 31 Maret 2026 | 18:20 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID—Perayaan HUT ke-341 Desa Treman, Minahasa Utara, berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan Mesu’Pe atau pulang kampung yang diisi berbagai kegiatan budaya, wisata alam, dan off-road, Sabtu hingga Selasa 28–31 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti warga Treman yang menetap di perantauan, khususnya Jabodetabek, serta tokoh-tokoh Sulawesi Utara.

Kegiatan dimulai pada Sabtu (28/3) dengan penjemputan para peserta di Bandara Sam Ratulangi sekitar pukul 08.00 Wita. Rombongan langsung menuju Wisata Alam Deposela untuk penyambutan yang diawali doa syukur, menikmati kue tradisional, menyanyi, dan menari tarian budaya lokal.

Petualangan Mesu’Pe berlanjut dengan jelajah alam menggunakan puluhan kendaraan 4×4 milik komunitas Buronan Adventure dan Trokem Auto Racing Team menuju Bukit Tokaimarang. Sepanjang perjalanan, peserta menikmati pemandangan perkebunan dan panorama Gunung Klabat. Setibanya di lokasi, mereka menyantap hidangan khas Minahasa “makan di daong” yang disajikan di alas daun pisang.

Ketua Tim Kerja Mesu’Pe Noldy Sumakto menyampaikan, momentum Mesu’Pe bukan sekadar reuni. “Tapi juga ajang mempererat persaudaraan dan berkontribusi bagi pembangunan desa. Kehadiran semua kerabat perantauan menjadi energi bagi desa untuk terus berkembang,” ujarnya.

Selain warga perantauan, ucapan selamat HUT ke-341 Desa Treman juga datang dari sejumlah tokoh Sulut, antara lain anggota DPR RI Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Daniel Tumbelaka, serta Bupati Minahasa Utara Joune Ganda. Mereka menekankan pentingnya kebersamaan dan melestarikan budaya lokal dalam rangka membangun desa.

Rangkaian kegiatan berlanjut Minggu (29/3) dengan ibadah sesuai agama masing-masing dan kegiatan di desa. Pada Senin (30/3), warga mengikuti malam budaya “Maniwo” dan lomba Gaplek yang sebelumnya direncanakan sebagai seminar kesehatan dan hukum. Puncak perayaan terjadi Selasa (31/3) dengan ibadah syukur dan penyerahan simbolis lampu jalan oleh Tim Kerja Mesu’Pe kepada Pemerintah Desa Treman, yang ditutup dengan lagu Ma’elu-eludan Lako.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa Mesu’Pe bukan hanya tradisi pulang kampung, tetapi juga sarana menjaga kekeluargaan, persatuan, dan semangat gotong royong bagi warga Treman di perantauan maupun di kampung halaman.(fgn)

Editor : Foggen Bolung
#Desa Treman #Minahasa Utara