Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Eks Dubes Dino Patti Djalal Unggah Foto Lama, Ada Kepala BPMP Sulut di Momen PPI Dunia

Kenjiro Tanos • Senin, 27 April 2026 | 11:00 WIB
Unggahan foto Dino Patti Djalal saat berada di Kongres PPI Dunia di London, tampak hadir Febry Dien juga di momen tersebut
Unggahan foto Dino Patti Djalal saat berada di Kongres PPI Dunia di London, tampak hadir Febry Dien juga di momen tersebut

 

MANADOPOST.ID - Unggahan nostalgia mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal di media sosial mendadak mencuri perhatian publik.

Bukan sekadar foto lama, potret yang diunggah di akun Instagram pribadinya itu membuka kembali perbincangan tentang besarnya potensi diaspora Indonesia, termasuk sosok putra Sulawesi Utara yang kini ikut menjadi sorotan.

Dalam unggahan tersebut, Dino membagikan foto bersama tiga mahasiswa saat dirinya berbicara dalam Kongres Dunia Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di London pada 2010.

Enam belas tahun berselang, foto itu kembali muncul dengan cerita baru yang memantik rasa penasaran publik.

“Ini foto saya bersama 3 mahasiswa sewaktu bicara di Kongres Dunia PPI tahun 2010 di London. Yes, 16 tahun lalu! Salah satu orang di foto ini kini bekerja di Istana Negara, one of the smartest people in Prabowo’s team, dan kini menerima gaji yang jauh lebih kecil dibanding ketika ia bekerja di McKinsey, tapi berat badannya gak berubah. Tebak siapa namanya?” tulis Dino dalam unggahan tersebut.

Kalimat itu langsung memancing perhatian warganet. Banyak yang menebak-nebak sosok dalam foto tersebut, terlebih karena Dino menyebut salah satu di antaranya kini menjadi bagian penting di lingkaran pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Namun perhatian tak hanya tertuju pada sosok yang disebut Dino bekerja di Istana Negara.

Di sisi kanan Dino dalam foto itu, tampak Febry Dien ST MInfTech(Man), yang kini menjabat sebagai Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara.

Kehadiran Febry dalam foto itu bukan tanpa jejak penting. Ia merupakan Koordinator PPI Dunia pertama yang memimpin organisasi mahasiswa Indonesia di luar negeri pada periode 2010 hingga 2012.

Posisi itu menempatkan Febry sebagai salah satu figur awal yang ikut merancang arah gerakan intelektual diaspora muda Indonesia di level global.

Febry menilai unggahan Dino bukan sekadar nostalgia, melainkan pengingat bahwa Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia unggul lulusan luar negeri yang siap memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

Menurutnya, potensi tersebut tersebar di berbagai sektor dan daerah, namun hingga kini belum dikelola secara optimal.

“Intinya di Indonesia ada banyak lulusan dari luar negeri yang siap berkontribusi bagi bangsa dan negara. Tidak mesti di pusat, lulusan luar negeri yang sudah kembali ke Indonesia juga siap berkontribusi,” ujar Febry.

Ia menegaskan, tantangan terbesar bukan pada ketersediaan SDM unggul, melainkan belum adanya sistem yang mampu memetakan dan menghubungkan potensi tersebut dengan kebutuhan pembangunan nasional.

“Masalahnya sampai sejauh ini potensi SDM yang ada ini belum difasilitasi secara optimal oleh pemerintah. Secara khusus sampai saat ini database SDM potensial lulusan luar negeri di Indonesia belum dikelola dengan baik,” katanya.

Menurut Febry, di tengah upaya pemerintah menyiapkan sekolah unggulan dan membangun SDM masa depan, pemanfaatan talenta diaspora yang telah kembali ke Tanah Air seharusnya bisa menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masa transisi.

“Sambil pemerintah menyiapkan program sekolah-sekolah unggulan, mengapa tidak SDM potensial yang ada diberi ruang dan dimanfaatkan oleh pemerintah untuk masa transisi penyiapan SDM unggul saat ini,” ucapnya.

Ia pun memberi apresiasi kepada Dino Patti Djalal yang dinilainya tetap konsisten mengangkat potensi anak bangsa ke ruang publik, bahkan melalui cara sederhana seperti unggahan media sosial.

“Apresiasi kepada Pak Dino Patti Djalal yang rela dan mau mengendorse potensi bangsa walaupun hanya melalui postingan Instagramnya,” ujar Febry.

Unggahan itu kini tak lagi sekadar foto lama yang dibagikan ulang. Di balik potret 16 tahun silam, terselip pesan tentang jejaring intelektual Indonesia yang telah lama tumbuh, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Dari London ke Jakarta, hingga Sulawesi Utara, foto itu menjadi penanda bahwa potensi besar anak bangsa sesungguhnya sudah ada, hanya menunggu ruang untuk diberi peran. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#PPI Dunia #Febry Dien #Dino Patti Djalal #Diaspora Indonesia