Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Lakukan Transformasi Layanan Kesehatan hingga Kepulauan dengan Infrastruktur dan Teknologi Modern

Angel Rumeen • Kamis, 30 April 2026 | 16:44 WIB
Pemerintah ingin memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga di wilayah terpencil dan kepulauan
Pemerintah ingin memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga di wilayah terpencil dan kepulauan

 

MANADOPOST.ID—Upaya pembenahan sektor kesehatan di Sulawesi Utara mulai menunjukkan hasil nyata dalam periode 2025 hingga 2026. Di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, pemerintah daerah mendorong sistem layanan kesehatan yang lebih inklusif, modern, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Fokus utama pemerintah adalah memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga di wilayah terpencil dan kepulauan. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh gubernur dalam berbagai kesempatan.

“Tidak boleh ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujar Yulius Selvanus.

Sejumlah peningkatan infrastruktur kesehatan mulai dirasakan masyarakat. Pembangunan fasilitas baru di RSUD Bolaang Mongondow Selatan serta peningkatan layanan di RSUD Manembo-Nembo Bitung menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan dasar, termasuk penambahan sarana seperti ambulans.

Di Manado, Rumah Sakit Umum Daerah ODSK kini dilengkapi teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA). Teknologi ini memungkinkan penanganan penyakit pembuluh darah secara lebih presisi, sekaligus menandai peningkatan standar layanan medis di daerah.

Selain itu, penguatan layanan spesialis juga terus dilakukan, salah satunya melalui pembukaan klinik mata untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan gangguan penglihatan.

Pemerataan layanan kesehatan juga diwujudkan melalui pengoperasian kapal layanan kesehatan terapung. Program ini menyasar wilayah kepulauan seperti Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud, yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas medis.

Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat di daerah terpencil kini dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Kabar positif lainnya datang dari mulai beroperasinya layanan BPJS Kesehatan di RS Khusus Infeksi Kitawaya. Kebijakan ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan rujukan tanpa terkendala biaya.

Transformasi sektor kesehatan di Sulawesi Utara juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada tahun 2026, pemerintah provinsi berhasil meraih National Governance Award untuk kategori peningkatan angka harapan hidup.

Capaian ini dinilai sebagai hasil dari kombinasi peningkatan layanan, pemerataan fasilitas, serta pemanfaatan teknologi dalam sistem kesehatan daerah. Sebelumnya, Sulawesi Utara juga dikenal sebagai salah satu provinsi dengan perhatian tinggi terhadap layanan kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga memperkuat aspek sosial dengan memberikan bantuan kepada kelompok rentan, seperti lansia, melalui penyediaan kursi roda dan kacamata. Upaya peningkatan kualitas tenaga medis juga dilakukan lewat program beasiswa pendidikan bagi dokter.

Distribusi alat kesehatan modern hingga tingkat puskesmas terus digencarkan untuk memastikan layanan dasar dapat diakses secara merata di seluruh wilayah.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut, Rima Lolong, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendorong perubahan ini. Ia menyebut pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis kini menjadi standar baru dalam sistem kesehatan di Sulut.

Editor : Angel Rumeen
#Kesehatan Sulut #Pemprov Sulut