MANADOPOST.ID—Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Utara berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Sulut, pekan lalu.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan yang dihadiri berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, gubernur membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti.
Pesan utama dalam amanat tersebut menekankan pentingnya menjadikan Hardiknas sebagai momentum refleksi terhadap arah pendidikan nasional, agar tetap berakar pada nilai kemanusiaan, empati, dan pembentukan karakter generasi muda.
Yulius Selvanus dalam arahannya turut menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang mendorong penerapan deep learning dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas belajar sekaligus membentuk siswa yang lebih adaptif, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Menurutnya, transformasi pendidikan tidak hanya berfokus pada perubahan kurikulum, tetapi juga harus menyentuh kondisi nyata di ruang kelas. Ia menegaskan bahwa kenyamanan lingkungan belajar serta dukungan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting dalam menciptakan proses pendidikan yang efektif.
“Suasana kelas yang nyaman dan fasilitas yang mendukung akan sangat menentukan kualitas pembelajaran yang diterima siswa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, gubernur memaparkan sejumlah capaian strategis pemerintah dalam sektor pendidikan. Hingga tahun 2025, ribuan satuan pendidikan telah direvitalisasi guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana. Selain itu, ratusan ribu sekolah kini mulai memanfaatkan papan interaktif digital sebagai bagian dari transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Di sisi lain, peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi prioritas. Pada tahun 2026, pemerintah menyiapkan program beasiswa bagi sekitar 150 ribu guru yang belum memiliki kualifikasi sarjana melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kompetensi guru di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara.
Dalam aspek pembentukan karakter, Yulius Selvanus menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan inklusif. Ia mengaitkan hal ini dengan penerapan budaya ASRI (Aman, Sehat, Ramah, dan Indah) serta dukungan terhadap program nasional seperti makan bergizi gratis dan pembiasaan perilaku positif di kalangan siswa.
Selain itu, penguatan kemampuan dasar seperti literasi dan numerasi tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah juga mendorong pengembangan minat dan bakat siswa di bidang seni dan olahraga sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang seimbang secara intelektual dan emosional.
Di akhir amanatnya, gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memajukan pendidikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada pola pikir terbuka, ketahanan mental, dan komitmen bersama dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik.
Upacara Hardiknas 2026 ini turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Sulut Anik Yulius Selvanus, unsur Forkopimda, jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Sulut, serta tim ahli gubernur.(gel)
Editor : Angel Rumeen