MANADOPOST.ID—Pembahasan investasi dalam Dedicated Team Meeting Regional Investor Relations Unit (RIRU) Sulawesi Utara 2026 tak hanya berbicara soal angka pertumbuhan ekonomi dan peluang bisnis. Di balik agenda tersebut, terselip harapan besar agar investasi benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri para kepala daerah se-Sulawesi Utara atas arahan Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling. Fokus utama pembahasan adalah arah pembangunan daerah ke depan, termasuk strategi memperkuat iklim investasi di Sulut.
Namun di tengah pembahasan formal soal investasi, perhatian justru tertuju pada kondisi masyarakat kecil yang selama ini berharap adanya perubahan nyata dalam kehidupan mereka.
Dalam penyampaiannya, ditegaskan bahwa investasi tidak boleh hanya dipandang sebagai capaian angka semata. Menurutnya, investasi harus mampu membuka lapangan pekerjaan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan memberi kesempatan generasi muda membangun masa depan di daerah sendiri.
“Di tengah pembahasan soal investasi pagi tadi, saya justru banyak memikirkan hal-hal sederhana tentang masyarakat kita. Tentang anak-anak muda yang berharap bisa bekerja di daerah sendiri tanpa harus pergi jauh dari rumah,” ungkapnya.
Harapan tersebut juga menyentuh para nelayan dan petani yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Pemerintah berharap hasil laut dan hasil pertanian Sulut tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi memiliki nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tentang nelayan yang ingin hasil lautnya dihargai lebih baik. Tentang petani yang berharap hasil kebun mereka tidak hanya dijual mentah, tetapi punya nilai lebih untuk kehidupan keluarga mereka,” lanjutnya.
Dalam forum RIRU Sulut 2026 itu, pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan membahas langkah konkret memperkuat daya tarik investasi di Sulawesi Utara. Salah satu poin penting yang disoroti yakni perbaikan pelayanan publik agar lebih sederhana, cepat, dan transparan.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya bangga mempromosikan keindahan Sulawesi Utara tanpa diimbangi kesiapan daerah dalam mendukung perkembangan investasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Pelayanan publik harus lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih bersih. Teknologi harus mempermudah masyarakat, bukan membuat semuanya terasa rumit,” katanya.
Ia menilai Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk berkembang karena didukung kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Mulai dari sektor kelautan, pertanian, hingga sumber daya manusia yang dinilai memiliki semangat kerja tinggi.
“Saya percaya Sulawesi Utara punya kekuatan besar. Laut kita kaya, tanah kita subur, dan masyarakat kita pekerja keras. Tinggal bagaimana kita menjaga keseriusan untuk mengelolanya bersama-sama,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sulut berharap pembahasan investasi yang dilakukan melalui forum RIRU 2026 tidak berhenti pada konsep dan perencanaan semata. Lebih dari itu, langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang kerja baru, memperkuat ekonomi daerah, serta meningkatkan keyakinan generasi muda untuk membangun masa depan di tanah kelahirannya sendiri.
“Semoga langkah yang sedang kita dorong hari ini benar-benar bisa membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan membuat generasi muda semakin yakin bahwa masa depan mereka juga bisa dibangun di tanah sendiri,” tutupnya.
Editor : Angel Rumeen