Merajut Persaudaraan Idul Adha, CEP dan MEP Hadirkan Kurban untuk Masyarakat Sulut

Baladewa Setlight • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 13:25 WIB
KOMPAK: Bantuan hewan kurban dari Dr (HC) Christiany Eugenia Paruntu S.E S.Th MA dibagikan untuk masyarakat di Sulut
KOMPAK: Bantuan hewan kurban dari Dr (HC) Christiany Eugenia Paruntu S.E S.Th MA dibagikan untuk masyarakat di Sulut

MANADOPOST.ID - Semangat persaudaraan lintas iman kembali diperlihatkan keluarga besar Partai Golkar di Sulawesi Utara (Sulut).

Anggota DPR RI Komisi VI, Dr (HC) Christiany Eugenia Paruntu S.E S.Th MA, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun harmoni sosial dan solidaritas kemanusiaan melalui penyaluran hewan kurban pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Politisi senior Fraksi Partai Golkar tersebut menyalurkan bantuan sapi dan kambing kurban yang tersebar di 15 kabupaten/kota se-Sulut. 

Bantuan itu diberikan kepada masyarakat muslim dan berbagai masjid sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus perekat hubungan antarumat beragama di Tanah Bumi Nyiur Melambai.

Penyaluran bantuan kurban tersebut juga berlangsung bersamaan dengan bantuan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang turut memberikan perhatian khusus kepada masyarakat Sulut pada momentum Idul Adha tahun ini.

Tak hanya itu, DPD I Partai Golkar Sulut di bawah komando Michaela Elsiana Paruntu (MEP), juga ambil bagian dalam aksi sosial keagamaan tersebut dengan menyalurkan bantuan kurban kepada masyarakat muslim di berbagai wilayah Sulut.

Menariknya, baik CEP maupun MEP dikenal sebagai figur Kristiani yang taat dalam menjalankan ajaran agama.

Namun di tengah keberagaman Sulut, keduanya justru tampil memperkuat wajah toleransi yang selama ini menjadi identitas daerah tersebut.

Aksi berbagi kurban itu pun dipandang sebagai simbol nyata persaudaraan lintas iman yang tidak berhenti pada seremonial, melainkan diwujudkan melalui tindakan konkret di tengah masyarakat.

Di tengah dinamika sosial dan politik nasional yang kerap diwarnai polarisasi identitas, langkah CEP dan MEP menghadirkan pesan moral bahwa kemanusiaan dan solidaritas harus ditempatkan di atas sekat agama maupun perbedaan politik.

Bagi masyarakat Sulut, langkah tersebut juga mempertegas karakter Partai Golkar sebagai partai yang terus menjaga semangat kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial tanpa membedakan latar belakang masyarakat.

“Idul Adha bukan hanya tentang perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan antar sesama. Kami ingin memastikan saudara-saudara muslim di Sulawesi Utara juga merasakan perhatian dan kasih sayang dalam suasana hari raya ini,” ujar CEP.

Mantan Bupati Minahasa Selatan dua periode tersebut menegaskan, bahwa keberagaman di Sulut merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga bersama.

Menurutnya, nilai toleransi tidak cukup hanya disampaikan dalam pidato, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung.

“Kami mungkin berbeda keyakinan, tetapi rasa kemanusiaan dan persaudaraan tidak boleh dibatasi oleh perbedaan agama. Sulut dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, dan itu harus terus kita rawat bersama,” katanya.

Ia juga berharap bantuan kurban yang diberikan dapat membawa sukacita dan mempererat hubungan antarumat beragama di daerah.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi simbol bahwa kebersamaan serta solidaritas sosial tetap hidup dan kuat di tengah masyarakat Sulawesi Utara,” tandas CEP.

Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, Michaela Elsiana Paruntu, mengatakan bahwa semangat berbagi pada momentum Idul Adha merupakan bagian dari nilai kemanusiaan universal yang harus terus dijaga.

“Partai Golkar ingin hadir bukan hanya dalam agenda politik, tetapi juga dalam momen-momen sosial dan kemanusiaan masyarakat. Kami ingin berbagi kebahagiaan bersama saudara-saudara muslim yang sedang merayakan Idul Adha,” ujar MEP.

Menurutnya, Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai laboratorium toleransi nasional karena masyarakatnya mampu hidup berdampingan dalam keberagaman agama dan budaya.

“Kami bangga karena masyarakat Sulut selalu menjaga persatuan dan saling menghormati antarumat beragama. Nilai itu harus terus diwariskan dan diperkuat, terutama di tengah tantangan kehidupan sosial saat ini,” katanya.

MEP juga menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak boleh dibatasi oleh identitas keagamaan maupun kelompok tertentu.

“Ketika kita berbicara tentang kemanusiaan, maka yang utama adalah bagaimana kita bisa hadir membantu dan memberi manfaat bagi sesama. Itu yang terus menjadi komitmen keluarga besar Partai Golkar di Sulut,” pungkasnya. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
Michaela Elsiana Paruntu Christiany Eugenia Paruntu hewan Kurban Idul Adha