MANADOPOST.ID-- Momentum Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddha Era (BE) di Kota Manado menorehkan catatan spiritual dan kemanusiaan yang luar biasa. Alih-alih menggelar selebrasi internal yang megah, Vihara Vajra Viriya Dharma Manado memilih mendobrak sekat tempat ibadah dengan menggelar bakti sosial berskala besar bertajuk "3.000 Kebajikan" berupa pembagian sembako gratis bagi warga, Minggu (31/5) hari ini.
Aksi nyata hulu ke hilir yang dipusatkan di halaman Vihara Vajra Viriya Dharma, Jl. Martadinata IV No. 2, Paal Dua (samping Alfamidi) ini berlangsung tertib dari pukul 13.00 hingga 15.00 WITA. Sebanyak 3.000 Kepala Keluarga (KK) pemegang kupon resmi tampak antusias mengantre logistik dengan pengawalan ketat para relawan.
Gerakan inklusif yang disokong penuh oleh Lotus Light Charity Society ini langsung memanen gelombang apresiasi tingkat tinggi, baik dari otoritas pemerintah kota maupun payung organisasi keagamaan Buddha di Sulawesi Utara.
"Prinsipnya kami dari Pemerintah Kota Manado sangat mendukung. Kegiatan sosial kemanusiaan seperti ini sangat bagus, apalagi langsung menyentuh dan membantu masyarakat Manado yang membutuhkan lewat pembagian sembako gratis. Kami tentu mendukung penuh dan memberikan apresiasi tinggi," tegas Wali Kota Manado, Andrei Angouw.
Pandita Vihara Vajra Viriya Dharma Manado, Fandy Kalensang, membeberkan bahwa transformasi perayaan Waisak menjadi aksi sosial ini sengaja diambil sebagai bentuk kepekaan umat terhadap kondisi ekonomi akar rumput yang sedang melambat.
"Tahun ini kami merayakan Waisak dengan cara berbeda; bukan sekadar perayaan, melainkan aksi kebajikan. Kami melihat situasi belakangan ini pertumbuhan ekonomi kurang bagus dan banyak masyarakat kesusahan. Maka, pembagian sembako gratis ini hadir di saat yang tepat," urai Pandita Fandy.
Ia berharap berkat dari vihara ini bisa keluar menjangkau masyarakat luas tanpa memandang latar belakang suku maupun golongan agama tertentu. "Sekecil apa pun kebaikan, akan menjadi cahaya bagi kehidupan banyak orang," tambahnya.
Senada dengan Wali Kota, Ketua DPD WALUBI Sulut, Tien Siamando, yang memantau langsung jalannya distribusi logistik mengaku bangga dengan lompatan pergerakan yang ditunjukkan oleh pengurus dan umat vihara.
"Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddha Era. Kami dari WALUBI memberikan support penuh atas baksos '3.000 Kebajikan' ini. Ini bukti nyata cinta kasih universal umat Buddha yang menyasar langsung warga rentan di empat kelurahan sekitar, yakni Ranomuut, Paal Dua, Dendengan Dalam, dan Dendengan Luar, tanpa memilih-milih golongan agama," puji Tien Siamando.
Melalui sinergitas tiga pilar antara tokoh agama, organisasi WALUBI, dan jajaran Pemkot Manado, momentum Waisak tahun ini sukses menjadi stimulus kuat dalam merawat predikat Kota Manado sebagai salah satu barometer kota paling toleran di Indonesia. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot