MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay kembali memperoleh dukungan program pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang mencakup perluasan pengembangan tanaman jagung, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pembangunan infrastruktur pendukung sumber daya air untuk sektor pertanian.
Salah satu program yang mengalami peningkatan signifikan adalah pengembangan komoditas jagung. Dari rencana awal seluas 15.000 hektar, pemerintah pusat menaikkan target pengembangan menjadi 50.000 hektar. Kenaikan ini membuka ruang lebih besar bagi peningkatan produksi jagung di berbagai daerah sentra pertanian di Sulawesi Utara.
Saat ini, pelaksanaan program mulai berjalan secara bertahap di lapangan. Proses kontrak kerja sama serta distribusi benih kepada kelompok tani terus dilakukan di sejumlah kabupaten dan kota sesuai hasil verifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) yang menjadi syarat utama penerimaan bantuan.
Di Kabupaten Bolaang Mongondow, distribusi benih telah mencapai 73 ton yang diperuntukkan bagi lahan sekitar 4.900 hektar. Sementara itu, Kabupaten Minahasa Selatan menerima 30 ton benih untuk pengembangan 2.000 hektar lahan, dengan tambahan kebutuhan 4.000 hektar lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi.
Kabupaten Minahasa Utara dijadwalkan menerima 53 ton benih pada pekan ketiga Juni 2026 untuk mendukung pengembangan 3.500 hektar lahan. Di Kota Tomohon, sebanyak 10,5 ton benih telah disalurkan untuk area tanam sekitar 700 hektar.
Penyaluran bantuan juga dilakukan di wilayah Bolaang Mongondow Selatan dengan alokasi 37,5 ton benih untuk 2.500 hektar lahan. Sementara itu, Kabupaten Minahasa Tenggara tengah memasuki tahap distribusi 60 ton benih yang akan digunakan untuk 4.000 hektar lahan pertanian.
Untuk daerah lainnya di Sulawesi Utara, proses pengajuan masih berjalan dan menunggu hasil verifikasi lanjutan CPCL sebelum masuk tahap penyaluran bantuan dari pemerintah pusat.
Selain dukungan benih, sektor pertanian Sulawesi Utara juga diperkuat dengan bantuan alat dan mesin pertanian. Pemerintah pusat mengalokasikan traktor besar jenis roda crawler yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan.
Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa masing-masing memperoleh lima unit traktor. Sementara itu, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Selatan, serta Kota Kotamobagu masing-masing menerima tiga unit alsintan tersebut.
Penyaluran alat pertanian ini akan dilakukan setelah seluruh proses administrasi dan penetapan kelompok tani penerima selesai sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga pemanfaatannya dapat tepat sasaran dan efektif di lapangan.
Tidak hanya pada aspek produksi, pemerintah pusat juga memberikan perhatian pada infrastruktur pendukung pertanian di Sulawesi Utara. Program konservasi air direncanakan berlangsung di 40 lokasi yang mencakup pembangunan dam parit, embung, dan long storage guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Selain itu, terdapat pula program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) serta Optimalisasi Lahan Sawah seluas 3.000 hektar yang difokuskan pada kawasan eks-cetak sawah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Nova Wilhelmina Pangemanan, SPt, MSi, menegaskan bahwa berbagai program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia menyebutkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan, terutama dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan hasil produksi di Sulawesi Utara.(*)
Editor : Angel Rumeen